Prosiding Balai Arkeologi Jawa Barat
2019: PROSIDING SEMINAR ARKEOLOGI 2018

RELASI KUASA PADA MASA JAWA KUNO (ABAD KE-8-15)

Ninny Susanti Tedjowasono (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Jan 2019

Abstract

Masa pengaruh Hindu dan Buddha di Jawa dikenal sebagai Masa Jawa Kuno. Sebagian besar prasasti-prasasti Jawa Kuno berisi maklumat raja atau penguasa daerah mengenai penetapan suatu daerah otonomi (sima). Dari isi prasasti-prasasti sima dapat diketahui relasi kuasa seorang raja pada rakyatnya. Relasi kuasa adalah relasi yang bersifat hirarkis. Kekuasaan dapat dibedakan menjadi kekuasaan yang keras dan kekuasaan yang lunak. Isi prasasti-prasasti Raja Airlangga menggambarkan raja menjalankan konsep kekuasaan yang keras untuk menjaga kelangsungan kerajaannya. Tindakan yang dilakukan adalah penyerangan, penaklukan dan lainnya. Sedangkan isi prasasti-prasasti raja-raja Majapahit dan naskah Nagarakrtagama memberi gambaran bahwa Raja Hayam Wuruk menjalankan konsep kekuasaan yang lunak, salah satu bentuk dari kekuasaan yang lunak adalah hegemoni. Hegemoni adalah dominasi atas-niai-nilai kehidupan sekelompok masyarakat yang akhirnya berubah menjadi doktrin terhadap kelompok masyarakat lainnya, namun kelompok yang didominasi tidak merasa ditindas dan merasa sebagai hal yang wajar. Kedua contoh yang terjadi pada masa Jawa Kuno yaitu masa pemerintahan Raja Airlangga dan masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk mengklarifikasi tentang relasi kuasa pada masa Jawa Kuno.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

seminar

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Social Sciences

Description

Prosiding Balai Arkeologi Jawa Barat meruapakan terbitan ilmiah yang berisi kumpulan makalah yang dipresentasikan dalam seminar nasional arkeologi yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun oleh Balai Arkeologi Jawa Barat yang dalam proses penerbitannya telah melalui tahapan penelaahan oleh ...