Ninny Susanti Tedjowasono
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RELASI KUASA PADA MASA JAWA KUNO (ABAD KE-8-15) Ninny Susanti Tedjowasono
Prosiding Balai Arkeologi Jawa Barat 2019: PROSIDING SEMINAR ARKEOLOGI 2018
Publisher : Balai Arkeologi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24164/prosiding18/03

Abstract

Masa pengaruh Hindu dan Buddha di Jawa dikenal sebagai Masa Jawa Kuno. Sebagian besar prasasti-prasasti Jawa Kuno berisi maklumat raja atau penguasa daerah mengenai penetapan suatu daerah otonomi (sima). Dari isi prasasti-prasasti sima dapat diketahui relasi kuasa seorang raja pada rakyatnya. Relasi kuasa adalah relasi yang bersifat hirarkis. Kekuasaan dapat dibedakan menjadi kekuasaan yang keras dan kekuasaan yang lunak. Isi prasasti-prasasti Raja Airlangga menggambarkan raja menjalankan konsep kekuasaan yang keras untuk menjaga kelangsungan kerajaannya. Tindakan yang dilakukan adalah penyerangan, penaklukan dan lainnya. Sedangkan isi prasasti-prasasti raja-raja Majapahit dan naskah Nagarakrtagama memberi gambaran bahwa Raja Hayam Wuruk menjalankan konsep kekuasaan yang lunak, salah satu bentuk dari kekuasaan yang lunak adalah hegemoni. Hegemoni adalah dominasi atas-niai-nilai kehidupan sekelompok masyarakat yang akhirnya berubah menjadi doktrin terhadap kelompok masyarakat lainnya, namun kelompok yang didominasi tidak merasa ditindas dan merasa sebagai hal yang wajar. Kedua contoh yang terjadi pada masa Jawa Kuno yaitu masa pemerintahan Raja Airlangga dan masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk mengklarifikasi tentang relasi kuasa pada masa Jawa Kuno.