Ketuban Pecah Dini (KPD) adalah keadaan pecahnya selaput ketuban, dapat terjadi pada kehamilan preterm ataupun aterm. Dalam keadaan normal 8-10% perempuan hamil aterm akan mengalami KPD. KPD terjadi pada kehamilan Prematur sebesar 1 %. Komplikasi yang timbul akibat KPD dapat terjadi infeksi maternal ataupun neonatal, persalinan prematur, hipoksia atau asfiksia, deformitas janin, meningkatnya insiden SC atau gagalnya persalinan normal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan KPD terhadap kejadian Asfiksia periode 2018 di RSU Budi kemuliaan. Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional, menggunakan data sekunder. Sampel penelitian ini sejumlah 66 bayi. Tehnik analisis dilakukan secara bivariat menggunakan rumus chi square. Hasil penelitian menujukkan bahwa dari 66 bayi yang mengalami asfiksia ada 38 (58%) yang mengalami KPD dan 28 (42%) tidak mengalami KPD. Hasil uji statistik antara hubungan ketuban pecah dini terhadap asfiksia berdasarkan usia ibu didapatkan nilai p value=0,026 < 0,05 terdapat hubungan antara usia ibu bersalin dengan kejadian asfiksia. Hubungan ketuban pecah dini terhadap asfiksia berdasarkan paritas didapatkan nilai p value= 0,107> 0,05. Hubungan ketuban pecah dini terhadap asfiksia berdasarkan Usia Kehamilan didapatkan nilai p value=0,988 > 0,05. Hubungan ketuban pecah dini terhadap asfiksia berdasarkan Infeksi didapatkan nilai p value 0,451 = > 0,05. Hubungan ketuban pecah dini terhadap asfiksia berdasarkan riwayat gawat janin didapatkan nilai p value 0,434 = > 0,05.
Copyrights © 2020