Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemenuhan Kebutuhan Lansia Terhadap Kualitas Hidup Lansia Di Kelurahan Grogol Jakarta Barat Dwi Ratna Prima; Azahra Afni Safirha; Siti Nuraini; Nurul Maghfiroh
JURNAL KEBIDANAN Vol 8 No 1 (2019): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.237 KB) | DOI: 10.35890/jkdh.v8i1.115

Abstract

Abstrak Latar Belakang. Lansia adalah seseorang yang berusia 60 tahun atau lebih, yang secara fisik terlihat berbeda dengan kelompok umur lainnya. Banyak perubahan dan masalah yang terjadi pada lansia seiring dengan proses penuaan, seperti penurunan fungsi biologis, psikologis, sosial, ataupun ekonomi. Kesejahteraan hidup lansia yang meningkat akan meningkatkan pula kualitas hidup lansia karena proses penuaan, penyakit, dan berbagai perubahan dan penurunan fungsi yang dialami lansia mengurangi kualitas hidup lansia secara progresif. Berdasarkan Data Statistik Indonesia didapatkan jumlah populasi lansia di DKI Jakarta pada tahun 2005 sejumlah 404.010 orang. Di perkotaan sendiri presentase lansia yang bekerja pada tahun 2011 adalah 38,99%. Sebanyak 70% dari lansia di Jakarta masih merupakan kepala rumah tangga dan tulang punggung untuk menghidupi dirinya sendiri maupun keluarganya. Misalnya Posyandu Lansia sebagai wahana pelayanan bagi kaum Lansia, yang dilakukan dari, oleh dan untuk kaum usila yang menitikberatkan pada pelayanan promotif dan preventif, tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif, Namun, kelompok usia lanjut sendiri kurang dapat memanfaatkan Posyandu Lansia. Permasalahan yang ada adalah semakin tua seseorang semakin turun dan berkurang daya tahan fisiknya, dan beberapa jenis penyakit tertentu akan muncul dan menyerang lansia, kondisi psikis dan mental lansia juga akan mengalami gangguan. Dukungan sosial dan dukungan psikologis pada lansia belum teridentifikasi secara optimal. Metode Penelitian. Pada penelitian ini rancangan yang digunakan adalah desktriptif cross sectional dengan jumlah sampel 100 lansia dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian menggunakan instrument penelitian berdasarkan WHOQOL-BREF Hasil Penelitian. Menunjukan bahwa dari 100 lansia 25 (25%) jenis kelamin laki-laki dan 75 (75%) perempuan. Usia responden paling banyak 66 (66%) antara 60-70 tahun, 11 (11%) responden dengan usia antara 81-90 tahun. Status pernikahan paling banyak 65 responden (65%) berstatus janda/duda dan 2 (2%) responden berstatus cerai. Tingkat pendidikan yang apaling banyak (62%) responden adalah Sekolah Dasar (SD). Kualitas hidup lansia berdasarkan kesehatan fisik adalah berkualitas, 100 (100%) responden dilihat dari kualitas hidup lansia berdasarkan kesehatan psikologis adalah berkualitas, 100 (100%) responden dilihat dari kualitas hidup lansia berdasarkan interaksi sosial adalah tidak berkualitas, 100 (100%) responden dilihat dari kualitas hidup lansia berdasarkan lingkungan adalah berkualitas. Kata Kunci Lansia, Kualitas hidup, Interaksi sosial
ANALISIS KETUBAN PECAH DINI TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA DI RSU BUDI KEMULIAAN Dwi Ratna Prima; Prila Hasdela; Irma Sari Lubis
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 2 (2020): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v7i2.242

Abstract

Ketuban Pecah Dini (KPD) adalah keadaan pecahnya selaput ketuban, dapat terjadi pada kehamilan preterm ataupun aterm. Dalam keadaan normal 8-10% perempuan hamil aterm akan mengalami KPD. KPD terjadi pada kehamilan Prematur sebesar 1 %. Komplikasi yang timbul akibat KPD dapat terjadi infeksi maternal ataupun neonatal, persalinan prematur, hipoksia atau asfiksia, deformitas janin, meningkatnya insiden SC atau gagalnya persalinan normal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan KPD terhadap kejadian Asfiksia periode 2018 di RSU Budi kemuliaan. Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional, menggunakan data sekunder. Sampel penelitian ini sejumlah 66 bayi. Tehnik analisis dilakukan secara bivariat menggunakan rumus chi square. Hasil penelitian menujukkan bahwa dari 66 bayi yang mengalami asfiksia ada 38 (58%) yang mengalami KPD dan 28 (42%) tidak mengalami KPD. Hasil uji statistik antara hubungan ketuban pecah dini terhadap asfiksia berdasarkan usia ibu didapatkan nilai p value=0,026 < 0,05 terdapat hubungan antara usia ibu bersalin dengan kejadian asfiksia. Hubungan ketuban pecah dini terhadap asfiksia berdasarkan paritas didapatkan nilai p value= 0,107> 0,05. Hubungan ketuban pecah dini terhadap asfiksia berdasarkan Usia Kehamilan didapatkan nilai p value=0,988 > 0,05. Hubungan ketuban pecah dini terhadap asfiksia berdasarkan Infeksi didapatkan nilai p value 0,451 = > 0,05. Hubungan ketuban pecah dini terhadap asfiksia berdasarkan riwayat gawat janin didapatkan nilai p value 0,434 = > 0,05.
ANAK DENGAN COVID-19 KARAKTERISTIK, PEMERIKSAAN PENUNJANG, DIAGNOSIS DAN OUTCOME ANAK DENGAN KASUS COVID-19 DI RS BUDI KEMULIAAN Dwi Ratna Prima
JURNAL KEBIDANAN Vol 12 No 1 (2023): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35890/jkdh.v12i1.269

Abstract

Latar Belakang. Berdasarkan data Kementrian Kesehatan Indonesia tanggal 15 Januari 2021 menujukkan 2,7 % kasus terkonfirmasi COVID-19 Berdasarkan data Kementrian Kesehatan Indonesia tanggal 15 Januari 2021 menujukkan 2,7 % kasus terkonfirmasi COVID-19 adalah anak usia 0-5 tahun, adalah 0,8% dan usia 6-18 tahun sekitar 1,5%. Gejala dan tanda COVID-19 pada anak meliputi demam, batuk, rhinorrhea, nyeri menelan, lemas, lakrimasi, nyeri kepala, diare, muntah, sianosis dan pada kasus berat terjadi Multisystem Inflammatory Syndrome COVID-19. Saat ini, penelitian mengenai karakteristik Covid-19 pada orang dewasa lebih tersedia karena banyaknya kasus yang dilaporkan sedangkan karakteristik Covid-19 pada anak sangat terbatas. Tujuan. Mengetahui gambaran karakteristik, manifestasi klinis, pemeriksaan penunjang dan outcome anak dengan kasus Covid 19 di RS Budi Kemuliaan Periode Maret 2020 – Juli 2021. Metode. Pada penelitian ini rancangan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan cross sectional dengan jumlah sampel 223 anak. Hasil. Menunjukkan bahwa dari 223 anak berjenis kelamin laki-laki sebanyak 129 ( 58,3 %) dan anak perempuan sebanyak 94 ( 41,7 %), jumlah anak dengan kategori usia adalah tertinggi pada usia >1 tahun - 3 tahun sebesar 29,6 %, diagnosis masuk anak dengan kasus covid 19 yaitu tertinggi pada diagnosis suspek covid sebanyak 94 anak (22,1%), PDP sebanyak 79 anak ( 18,6%), dan pemeriksaan penunjang anak yaitu pneumonia sebanyak 59 (13,9%), jumlah responden dengan kategori tertinggi berdasarkan Hb adalah Hb >10 - <12 gr/dl sebanyak 80 anak ( 35,9%), kategori tertinggi berdasarkan pemeriksaan leukosit yaitu >15.000/uL sebanyak 68 anak (30,5%), pemeriksaan trombosit yaitu 150-450.000/cmm sebanyak 177 anak (79,4%), outcome anak dengan kasus covid 19, yaitu kondisi pulang baik sebanyak 210 anak ( 94,2%), rujuk sebanyak 9 anak (4%), meninggal 4 anak (1,8%)