Tanah gambut berserat merupakan tanah organik yang terbentuk akibat pelapukan tumbuh tumbuhan yang tergenang air di daerah tropis; akibatnya sebagian serat masih jelas terlihat pada struktur tanah gambut berserat. Tanah gambut berserat mempunyai sifat fisik dan teknis yang jelek, yaitu: kadar air dan angka pori yang tinggi, spesific gravity dan daya dukung yang rendah serta pemampatan yang besar dan tidak merata. Oleh sebab itu, banyak metode perbaikan tanah gambut berserat yang telah diterapkan di lapangan. Akan tetapi, metode yang telah diterapkan tersebut belum memperhatikan dampak lingkungan yang terjadi serta ketebalan lapisan tanah gambut berserat yang harus diperbaiki. Berdasarkan hal tersebut, penting dilakukan analisa terhadap metode perbaikan yang telah diterapkan di lapangan sehingga pemilihan metode perbaikan tanah gambut yang dilakukan tepat dan berwawasan lingkungan. Metode perbaikan tanah gambut berserat yang telah diterapkan meliputi, pengelupasan lapisan gambut, pembebenan awan, galar kayu, cerucuk kayu dan stabilisasi seluruh lapisan gambut. Semua metode yang telah diterapkan tersebut (kecuali stabilisasi) ternyata mempunyai dampak yang cukup besar terhadap lingkungan serta hanya mampu dilaksanakan pada lapisan tanah gambut dengan ketebalan maksimal empat meter. Sedangkan metode stabilisasi lebih berwawasan lingkungan dan lebiih murah dibandingkan metode lainnya dan mampu diterapkan pada lapisan gambut dengan ketebalan sepuluh meter. Untuk tanah gambut yang memiliki ketebalan lebh dari sepuluh meter, penggunaan tiang pancang dengan lapisan anti korosif merupakan pilihan yang terbaik.
Copyrights © 2016