Menurut data WHO Prevalensi PMS adalah 47,8%. Hingga kini belum ada data yang resmi mengena prevalensi PMS di Indonesia. Sindrom Premenstrual (PMS) merupakan gangguan siklussiklusyang umum terjadi pada wanita muda dan pertengahan, ditandai dengan gejala fisik danemosional yang konsisten. Alpukat dengan kandungan senyawa vitamin B6, Vitamin E, Magnesium,Kalsium dan Vitamin D. Vitamin B6 adalah faktor dalam sintesis triptofan asam amino dan tirosin,prekursor serotonin dan dopamin, masing-masing yang mempengaruhi suasana hati. Tujuan penelitianini diketahui apakah ada pengaruh alpukat terhadap gejala PMS (Premenstrual Syndrome) padamahasiswi Prodi Kebidanan Tingkat I Universitas Malahayati Bandar Lampung Tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Desain penelitian iniadalah eksperimen dengan pendekatan pre eksperimen one group pre test-post tes.Penelitian dilakukan di Prodi Kebidanan Universitas Malahayati Bandar Lampung. pada bulanFebruari s.d. Juli 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi kebidanan tingkat Iyang berjumlah 47 mahasiswi di Prodi Kebidanan Universitas Malahayati Bandar Lampung Tahun2017. Tekhnik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteriainklusi Siklus menstruasi teratur (21-35 hari) dievaluasi berdasarkan 3 siklus sebelumnya. danKriteria Eksklusi Konsumsi alpukat tidak sesuai aturan pakai. Analisis data mengguanakan uji TDependent.Dari hasil penelitian didapatkan rata- rata skor PMS sebelum pemberian alpukat adalah 18,20dan mean skor gejala PMS sesudahpemberian alpukat adalah 14,13, dengan nilai P-value = 0.000.Hasil ini menunjukan ada pengaruh alpukat terhadap penurunan gejala PMS pada mahasiswa TingkatI Prodi Kebidanan Tahun 2017. Saran, mahasiswa dapat menggunakan alpukat sebagai salah satualternatif dalam mengurangi gejala PMS.
Copyrights © 2019