ABSTRAK Latar belakang :Stunting adalah suatu masalah gizi yang berdampak buruk terhadap kualitas hidup anak dalam mencapai titik tumbuh kembang yang optional sesuai potensi genetiknya. Indonesia menduduki peringkat ke lima dunia untuk jumlah anak dengan kondisi stunting. Penyuluhan gizi dapat diartikan sebagai suatu pendekatan edukatif untuk menghasilkan perilaku individu atau masyarakat yang diperlukan dalam peningkatan derajat kesehatan dan mempertahankan gizi yang baik, salah satunya mencegah dan menanggulangi kejadian stunting.Tujuan : Mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan.Metodologi penelitian : Penelitian ini melakukan studi analitik observasional dengan rancangan cross sectionaldengan jenis quasi experiment one group pretest-posttest. Penelitian dilakukan selama bulan oktober 2018. Pengambilan sampel sebanyak 60 sampel dengan teknik accidental sampling.Analisis data menggunakan uji paired t-test.Hasil : Rata-rata tingkat pengetahuan wali murid sebelum penyuluhan adalah 40,68. Rata-rata tingkat pengetahuan wali murid setelah penyuluhan adalh 72,70. Terdapat perbedaan merata yang signifikan antara tingkat pengetahuan wali murid tentang kriteria stuntingsebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan ( p = 0.032 ).Kesimpulan : Terdapat perbedaan merata yang signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan.Kata kunci : Penyuluhan, pengetahuan stunting, wali murid, edukasi.Kepustakaan : 32, 2005-2017
Copyrights © 2019