Digital adalah perkembangan dari teknologi informasi dan komunikasi yang mempenggaruhi perubahan struktur masyarakat dari mass ke mass -self . Pesan media digital umumnya tersegmentasi dan menunjukkan pergeseran budaya dari budaya massa ke custom. Teknologi digital melahirkan berbagai platform sosial media yang memfasilitasi individu memproduksi konten, sehingga lahirlah masyarakat sebagai produsen sekaligus konsumen (prosumer). Perkembangan ini diasumsikan melahirkan masyarakat yang egaliter. Oleh sebab itu, media digital dilihat sebagai ruang publik yang netral. Penelitian ini menganalisis perilaku prosumsi dalam praktek keseharian generasi internet yaitu generasi Y dan Z serta implikasinya terhadap interaksi sosial. Subyek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Atmajaya Yogyakarta. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui focus group discussion (fgd). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua informan merupakan prosumer. Produksi dilakukan melalui ekspose kehidupan sehari-hari. Informan merupakan audience aktif terkait human interest, tetapi sedikit pasif dalam konsumsi informasi sosial politik karena informasi diperoleh dari portal berita dan komunitas. Melalui teknologi digital, subjek penelitian mampu meningkatkan produktivitas karena dapat mengerjakan lebih dari satu kegiatan secara bersamaan, yaitu kuliah sambil bekerja. Akan tetapi media digital belum sepenuhnya egaliter dan demokratis, karena komunitas virtual bisa menghambat kebebasan berekspresi.
Copyrights © 2018