Kedudukan manusia dalam proses pendidikan senantiasa diperbincangkan dalam perspekstif akademik, mengingat manusia merupakan aktor utama selaku subjek dan objek pendidikan. Salah satu pokok persoalan yang selalu didiskusikan tentang manusia dalam pelaksanaan pendidikan adalah eksistensi manusia yang dapat dididik dan harus mendidik. Dalam al-Qur‟an manusia digeneralkan dengan kosa kata al-insan berasal dari kata anasa yang arinya melihat, dan banyak dijelaskan dalam al-Qur‟an. Kata insan yang bentuk jamaknya al-nas dasar kata anasa, yang berarti melihat, mengetahui dan meminta izin. Sehingga muatannya mengandung petunjuk adanya keterkaitan antara manusia dengan kemampuan penalaran, yakni manusia dapat mengambil pelajaran dari apa yang dilihatnya, ia dapat pula mengetahui apa yang benar dan apa yang salah, dan terdorong meminta izin untuk menggunakan sesuatu yang bukan miliknya. Pengertian tersebut, menunjukan adanya potensi manusia untuk dididik dan mendidik pada diri manusia. Sehingga memberikan gambaran bahwa manusia memiliki kemampuan yang tinggi untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di lingkungannya, baik perubahan sosial maupun perubahan alamiah sebagai proses pendidikan dalam diri seorang manusia.
Copyrights © 2020