Kualitas laba dan ruang lingkup audit, yang dikaitkan dengan persoalan etika dan manajemen risiko telah dilakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti faktor-faktor yang menjadi determinan dalam ruang lingkup audit. Apabila dikaji melalui teori sinyal (signaling theory), hasil penelitian ini mendukung teori tersebut. Pengeluaran modal perusahaan (capital expenditure) tampak sangat penting dalam upaya meningkatkan nilai perusahaan. Populasi sasaran dalam penelitian ini adalah BUMN yang telah go public di Bursa Efek Indonesia (BEI) LQ45, yang terdiri dari 13 BUMN yang telah go public dari 140 BUMN (Laporan Kinerja BUMN 2003 s.d. 2007). Teknik pengukuran yang digunakan untuk mengubah data kualitatif dari kuesioner menjadi suatu data kuantitatif adalah Summated Rating Method - The Likert Scale, yang merupakan suatu pengukuran skala ordinal. Subjek yang diukur tidak terbatas pada dua alternatif jawaban saja. Skor untuk penilaian kedua variabel dihitung dengan kriteria 5 point scale : agreement/disagreement. Pemasukan atau penambahan variabel Sistem Akuntansi Manajemen menjadi salah satu factor penentu kualitas laba bagi perusahaan. Kualitas laba yang mempunyai presisi yang tinggi akan berpengaruh positif bagi nilai saham. Pengaruh Kualitas Laba cukup memberikan penyederhaan terhadap Ruang Lingkup Audit. Kata kunci:Etika Profesi, Enterprise Risk Management, Sistem Informasi Akuntansi, Corporate Governance dan Kualitas Laba
Copyrights © 2017