Cabai (Capsicum sp.) merupakan salah satu komoditas sayuran strategis nasional karena memiliki kedudukan khusus di masyarakat sebagai bahan makanan/bumbu yang dikonsumsi setiap saat, dan karena gejolak harga cabai yang ditimbulkannya dapat mempengaruhi inflasi. Penelitian dilaksanakan selama 5 (lima) bulan dari bulan April s/d Agutus 2017 pada lahan demplot di Desa Campursari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung. Tujuan dari penelitian ini adalah : (i). Mengetahui dan menjelaskan biaya produksi dalam budidaya cabai rawit ramah lingkungan; (ii). Mengetahui dan menjelaskan penerimaan usaha tani budidaya cabai rawit ramah lingkungan; dan (iii). Mengetahui dan menjelaskan kelayakan usaha tani budidaya cabai rawit ramah lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (i). Biaya produksi teknologi rekomendasi lebih rendah 11,18% dari cara petani; (ii). Penerimaan usahatani teknologi rekomendasi lebih tinggi 16,61% dari cara petani; (iii). Usahatani rekomendasi layak untuk diterapkan dalam budidaya cabai rawit ramah lingkungan yaitu dengan ditunjukkan bahwa R/C dan B/C ratio teknologi rekomendasi lebih besar dari cara petani yaitu masing-masing 2,42 > 2,05 dan 1,42> 1,05.
Copyrights © 2018