Dalam khsanah ilmu antropologi dan Ilmu sosial umumnya, teori fungsionalisme yang dirintis oleh Bronislaw Malinowski (1884-1942) merupakan teori klasik yang begitu berpengaruh pada awal perkembangan ilmu Antropologi pada abad ke-19. Namun demikian, meskipun teori itu dikenal sebagai teori klasik, sebagai sebuah grand theory yang sangat berpengaruh dalam perkembangan teori antropologi kontemporer, teori tersebut masih banyak dijadikan landasan konseptual para ilmuwan sosial masa kini dalam berbagai kajian masyarakat dan kebudayaan. Demikian halnya dalam studi tentang sistem religi, dalam banyak hal teori ini masih relevan untuk menjadi sebuah acuan teoretis dalam melakukan telaah antropologis terhadap fenomena sosial keagamaan. Tulisan berikut mengurai kembali asumsi dasar dan landasan konseptual yang dibangun oleh Malinowski dalam mengembangkan teori fungsionalisme dan implikasinya terhadap kajian agama-agama. Â
Copyrights © 2005