Wacana kerukunan antar agama di Indonesia telah menjadi wacana inti dari relasi antar agama. Wacana ini berkembang menjadi isu yang luas ketika perspektif yang digunakan semakin komplek, meliputi aspek-aspek yang beragam. Artikel berikut ini menelusuri wacana harmonitas agama di Indonesia dari perspektif filsafat. Dengan pendekatan yang sinkronis, perspektif filsafat dipadukan dengan sejarah sehingga melahirkan ramuan analisis yang padu.  Diskusi tentang persoalan ini lebih banyak diwarnai dengan perspektif sosiologis, namun dengan pendekatan filsafaf penulis berusaha menemukan benang merah antara ide pusat agama dengan realias di masyarakat Indonesia.
Copyrights © 2007