Sebagai wujud dari kepedulian terhadap pemberdayaan masyarakat (umat), organisasi keagamaan sebagai manifestasi kepentingan positif dari masyarakat itu sendiri meniscayakan mitra untuk mendampingi dalam mengoptimalkan potensi yang dimilikinya. Pemerintah, di saru sisi, juga merupakan mitra tetapi struktur sosial terkadang terlalu akut memilah kekuasaan sosial dan politik antara keduanya sehingga peran politik terlampau didominasi oleh pemerintah. Masyarakat, di sisi lain, "hanya" menjadi obiek politik dari pemerintah. Hadirnya ormas-orrnas yang memediasi peran pemerintah di tingkat bawah menjadi referensi utama optimalisasi peran masyarakat dalam pemerintahan. Ketika ormas-orrnas itu juga mengusung nilai-nilai agama, maka terjadi gesekan "kepentingan" antara pemerintah dan ormas tersebut. Tulisan berikut ini akan melihat lebih dekat peran orrnas-orrnas Islam, dalam hal ini Muhammadiyyah dan NU, dalam memediasi peran negara pada tingkat bawah.
Copyrights © 2004