Masa remaja sebagai masa mencari sesuatu yang dipandang bernilai, pantas dijunjung tinggi dan dipuja-puja, sehingga disebut masa merindu puja. Masalah pembentukan konsep diri remaja dapat menyebabkan siswa menjadi minder dan pendiam, atau menjadi agresif dan melakukan bullying. Bullying disebut KPAI sebagai bentuk kekerasan di sekolah, mengalahkan tawuran pelajar, diskriminasi pendidikan, ataupun aduan pungutan liar. Dari 2011 hingga Agustus 2014, KPAI mencatat 369 pengaduan terkait masalah tersebut, sekitar 25% dari total pengaduan di bidang pendidikan sebanyak 1.480 kasus. Kenyataannya,di SMAN 1 Maumere, banyak ditemukan siswa menunjukkan perilaku smulai membentuk kelompok atau gang sendiri, dan terjadi persaingan tidak sehat diantara mereka. Mereka saling mengejek, bahkan saling mengejek di media sosial, bolos sekolah dan tidak mengerjakan tugas dari guru. Masalah ini perlu penanggulangan secepatnya, maka penulis melakukan penelitian tindakan kelas. Tindakan dalam penelitian ini sebagai sebuah usaha untuk meningkatkan konsep diri yang positif dan meminimalkan perilaku bullying pada siswa kelas XI IPS SMAN 1 Maumere melalui konseling peer group. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus terdiri atas tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumen, wawancara dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif komparatif triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan temuan bahwa melalui konseling peer group dapat mengurangi perilaku bullying yang dilakukan siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Maumere. Keberhasilan penelitian tindakan kelas ini tercermin dalam perubahan rata-rata penurunan sikap bullying sangat signifikan dari pra siklus sebesar 81,5% termasuk kategori sangat tidak baik, menjadi 55% pada akhir siklus 1 dengan kriteria cukup baik, dan rata-ratanya menjadi 29,5% kategori baik akhir siklus 2.
Copyrights © 2019