Pendahuluan: Pemberi layanan kesehatan harus mengutamakan keamanan pasien sebagai perioritas. Tujuan:Untuk mengkaji penerapan budaya keselamatan pasien olehperawat sehingga hasilnya dapat dijadikan acuan dalam meningkatkan kualitas keperawatan. Metode: Penelitian descriptive comparative cross sectional designdilakukan kepada 50 responden perawatdari berbagai departemendengan menggunakan instrument Hospital Survey of Patient safetyCulture (HSOPCS) yang terdiri dari 12 dimensi. Uji statistic Mann Whitney digunakan untuk menganalisaperbedaan penerapan antara kelompok perawat. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa rerata respon positif dari 12 dimensi yang diberikan oleh staf pelaksana (74,6%),tewrdapat 5 dimensi yang perlu di tingkatkan.Untuk para perawatincharge mempunyai nilai rata-rata (79,4 %)dan masih ada 4 dimensi yang perlu ditingkatkan.Pada kelompok head nursenilai rata-rata respon positif dari 12 dimensiadalah 76,7% dan masih terdapat 5 dimensi yang perlu ditingkatkan.Kelompok kepala ruangan nilai rata-rata respon positif dalam 12 dimensiadalah 88,6% dan terdapat 1 dimensi yang perlu ditingkatkan. Terdapat perbedaan yang signifikan dalam pelaksana budaya keselamatan pasien antara staf inchargedengnhead nursedan dengankepala ruangan. Diskusi: Dengan meningkatkan penerapan budaya keselamatan pasien diharapkan perawat dapat memberikan perawatan yang komprehensif, berbasis buktidan berpusat pada kebutuhan pasien sehingga keselamatan pasien dirumah sakit dapat tercapai.
Copyrights © 2020