Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Vol 1, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo

HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN, HIGIENE PERORANGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAINEA KABUPATEN KONAWE SELATAN

Annisa, Nur (Unknown)
Sabilu, Yusuf (Unknown)
Nurmaladewi, Nurmaladewi (Unknown)



Article Info

Publish Date
17 Feb 2021

Abstract

Penyakit diare merupakan penyakit yang ditandai dengan berubahnya bentuk tinja dengan intensitas buang air besar secara berlebihan (lebih dari 3 kali dalam kurun waktu satu hari). Data Puskesmas Lainea menunjukkan tahun 2016 terdapat 444 penderita diare, tahun 2017 terdapat 298, tahun 2018 terdapat 418 dan tahun 2019 sebanyak 243 penderita kasus terhitung dari bulan januari-september. Berdasarkan dari data puskesmas Lainea jumlah penderita diare pada balita yang tertinggi dibandingkan kecamatan yang lain di Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan (penyediaan air bersih, penggunaan jamban, tempat pembuangan sampah, Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) dan higiene perorangan (kebiasaan mencuci tangan dan pengelolaan makanan) dengan kejadian kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Lainea Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan teknik penarikan sampel proportional random sampling. Populasi pada penelitian ini berjumlah 2.347 balita, besar sampel berjumlah 142 balita. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara penyediaan air bersih dengan kejadian diare (p-value= 1,000 >0,05), tidak ada hubungan yang bermakna antara penggunaan jamban dengan kejadian diare (p-value = 0,524 >0,05), ada hubungan yang bermakna antara tempat pembuangan sampah dengan kejadian diare (p-value = 0,014<0,05), ada hubungan yang bermakna antara saluran pembuangan air limbah (SPAL) dengan kejadian diare (p-value = 0,028<0,05), tidak ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan mencuci tangan dengan kejadian diare (p-value = 0,188>0,05), tidak ada hubungan yang bermakna antara pengelolaan makanan dengan kejadian diare (p-value = 0,337>0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan antara tempat pembuangan sampah, saluaran pembuangan air limbah (SPAL) dengan kejadian diare, dan tidak ada hubungan antara penyediaan air bersih, penggunaan jamban, kebiasaan mencuci tangan, pengelolaan makanan dengan kejadian diare

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

jkl-uho

Publisher

Subject

Public Health

Description

Artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Kesehatan Lingkungan Unversitas Halu Oleo berasal dari penelitian dalam bidang Kesehatan ...