Abstrak. Kualitas proses belajar seringkali diakselerasi dengan adanya evaluasi terhadap setiap orang yang terlibat di dalamnya. Pada sebagian besar proses belajar di perguruan tinggi di Indonesia, mahasiswa menjalani evaluasi belajar, tapi dosennya tidak, sehingga perbaikan proses belajar tidak berlangsung seperti yang diharapkan. Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala yang baru saja memilih metode Problem-BasedLearning (PBL) untuk menerapkan Kurikulum Berbasis Kompetensi melaksaoakan evaluasi kepada setiap individu yang terlibat dalam proses belajar, balk mahasiswa maupun dosen. Pada metode PBL diskusi tutorial menjadi bcntuk belajar yang paling spesifik dimana kemampuan dosen sebagai tutor memegang peranan yang sangar penting dan berpengaruh. Salah satu cara mengukur sejauh mana kemampuan tutor adalah dengan rnetode Student Rating atau penilaian mahasiswa. Penulis menggunakan 2 cara yaitu secara kuantitatif melalui kuesioner dengan skala 4 (4 scale GPA) yangjuga disebut "indeks prestasi tutor" dan secara kualitatif dengan metode Focus Group Discussion(FGD). Tulisan ini membahas tentang penilaian mahasiswa terhadap tutor mereka selama blok 4 The Cell tahun ajaran 2007/2008 yang berlangsung dari bulan Februari-Maret 2008. Dari kuesioner yang menanyakan 7 kemampuan tutor didapatkan bahwa bahwa indeks prestasi(IP) tutor rata-rata pada blok 4 The Cell mencapai 3, 17. IP tutor tertinggi adalah 3,85 dan yang terendah adalah 2,5. Kemampuan tutor tertinggi adalah kemampuan menciptakan suasana yang menunjang bagi diskusi (aspek kemampuan ke-I) dengan nilai rata-rata 3,36. Sedangkan kemampuan terendah adalah kemampuan membahas perkembangan terbaru/pengalamannya terkait skenario (aspek kemampuan ke-J) dengan IP tutor rata-rata 2,88. Dari FGD diketahui bahwa IP tutor tertinggi dicapai ketika tutor mampu mengarahkan mahasiswa tanpa harus mernberi komentar panjang. IP terendah didapatkan karena tutor tertidur selama diskusi atau terlalu sering menjawab panggilan telepon selular. (JKS 2008; 3: 139-144) Kata kunci: evaluasi program, kemampuan tutor, indeks prestasi tutor. Abstract. Leaming process quality usually accelerated by evaluation of the stakeholders. Most of previous learning process in Indonesia's higher education students were evaluated, but the teacher were not. This make learning process were not improved as it use to be. Faculty of Medicine of Syiah Kuala University made a new step by implementing Problem-Based Leaming (PBL) and made evaluations on every stakeholders involved, both students and teachers. Tutorial Discussion is a very spesific learning format in PBL methods, where abilities of tutors bold very influencing role. One way to measure tutor's abilities is student rating: Author use 2 methods of measurements: quantitatively by 4-scale questionnaires (simular to 4-scale GPA) and qualitatively by Focus Groups Discussion. This paper discuss student rating on The Cells block 2007/2008 that conducted on February-March 2008. From the questionnaire it's conclude the mean GPA's of the tutors is 3.17. The highest tutor's personal GPA_is 3.85 and the lowest is 2.5. The tutor's ability which got highest score is ability to create motivating environment for discussion (3.36) and the lowest bility to add latest development on the topics which had been discussed(2.88). From focus group discussion l de higher tutor's GPA as a result of ability of tutor to guide discussion by avoiding many comments. Thets because of sleeping or answering cellular phone during discussion. (JKS 2008; 3: 139-144)
Copyrights © 2008