Jurnal Kedokteran Syiah Kuala
Vol 8, No 3 (2008): Volume 8 Nomor 3 Desember 2008

Manfaat penilaian mahasiswa terhadap tutor

Rosaria lndah (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Dec 2008

Abstract

Abstrak.  Kualitas proses belajar  seringkali diakselerasi  dengan adanya evaluasi  terhadap setiap  orang yang terlibat di dalamnya.   Pada sebagian besar proses belajar di  perguruan tinggi di  Indonesia,  mahasiswa menjalani evaluasi belajar, tapi dosennya tidak,  sehingga perbaikan proses belajar tidak berlangsung seperti yang diharapkan.   Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala yang baru saja memilih  metode Problem-BasedLearning  (PBL) untuk menerapkan Kurikulum Berbasis Kompetensi melaksaoakan evaluasi  kepada setiap individu  yang terlibat dalam proses belajar, balk mahasiswa maupun dosen. Pada metode PBL diskusi   tutorial menjadi   bcntuk belajar yang paling  spesifik dimana kemampuan dosen sebagai tutor memegang peranan yang sangar penting  dan berpengaruh.  Salah satu cara mengukur sejauh mana kemampuan tutor adalah dengan rnetode Student Rating atau penilaian mahasiswa.    Penulis menggunakan 2 cara yaitu secara kuantitatif melalui kuesioner dengan skala 4 (4 scale GPA) yangjuga  disebut "indeks prestasi tutor" dan secara kualitatif dengan metode Focus Group Discussion(FGD). Tulisan ini  membahas tentang penilaian mahasiswa terhadap tutor mereka selama blok 4 The Cell tahun ajaran 2007/2008 yang berlangsung dari bulan Februari-Maret 2008.   Dari kuesioner yang menanyakan 7 kemampuan tutor didapatkan bahwa bahwa indeks prestasi(IP) tutor rata-rata pada blok 4 The Cell mencapai 3, 17. IP tutor tertinggi  adalah 3,85   dan yang terendah adalah 2,5.    Kemampuan tutor tertinggi adalah  kemampuan menciptakan suasana yang menunjang bagi  diskusi  (aspek kemampuan ke-I)   dengan nilai rata-rata 3,36.   Sedangkan kemampuan terendah adalah kemampuan membahas perkembangan terbaru/pengalamannya  terkait skenario (aspek kemampuan ke-J) dengan IP tutor rata-rata 2,88.    Dari FGD diketahui  bahwa IP tutor tertinggi dicapai ketika tutor mampu mengarahkan mahasiswa tanpa harus mernberi komentar panjang.  IP terendah didapatkan karena tutor tertidur selama diskusi atau terlalu sering menjawab panggilan telepon  selular.  (JKS 2008; 3: 139-144) Kata kunci: evaluasi program, kemampuan tutor, indeks prestasi tutor. Abstract. Leaming process quality usually accelerated by evaluation of the stakeholders.   Most of previous learning process in Indonesia's  higher education students were evaluated, but the teacher were not.  This make learning process were not improved as it use to be.  Faculty  of Medicine of Syiah  Kuala University made a new step by implementing Problem-Based Leaming (PBL) and made evaluations on every stakeholders involved, both students and teachers. Tutorial Discussion is a very spesific learning format in PBL methods, where abilities of tutors bold very influencing role.   One way to measure tutor's abilities is student rating:  Author use 2 methods of measurements: quantitatively  by 4-scale questionnaires (simular to 4-scale GPA)   and qualitatively by Focus Groups Discussion.   This paper discuss student rating on The Cells block 2007/2008 that conducted on February-March 2008.    From the questionnaire it's conclude the mean GPA's  of the tutors is  3.17.    The highest tutor's personal GPA_is  3.85  and the lowest is 2.5.  The tutor's ability which got highest score is ability to create motivating  environment for discussion  (3.36) and the lowest bility to add latest development on the topics which had been discussed(2.88).   From focus group discussion l  de higher tutor's GPA as a result of ability of tutor to guide discussion  by avoiding  many comments. Thets because of sleeping or answering cellular phone during discussion. (JKS 2008; 3: 139-144)

Copyrights © 2008