Jurnal Kedokteran Syiah Kuala
Vol 10, No 3 (2010): Volume 10 Nomor 3 Desember 2010

Perbandingan Antara Hasil Pemeriksaan Sitologi Sikatan dan Biopsi Buta pada Penderita Karsinoma Nasofaring

Azwar Azwar (dosen pada Bagian Jlmu Kesehatan THT-KL Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala)



Article Info

Publish Date
01 Dec 2010

Abstract

Abstrak. Diagnosis Karsinoma Nasofaring (KNF) ditegakkan berdasarkan basil pemeriksaan histopatologi dari jaringan tumor di nasofaring. Metoda biopsi cara buta hanya mampu mengambil spesimen secara tepat sekitar70%, sehingga biopsi ulangan masih diperlukan..  Tehnik lain untuk mendapatkan spesimen guna menentukan ada tidaknya sel ganas di nasofaring adalah dengan pemeriksaan sitologi. Dengan pemeriksaan sitologi dicari adanya sel kanker pada bahan hapusan atau aspirasi. Salah satu pemeriksaan sitologi yang dianggap dapat mengambil jaringan di nasofaring adalah cara sikatan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik komparatif dengan desain penelitian studi cross sectional.  Penelitian dilakukan untuk membandingkan basil pemeriksaan  sitologi  sikatan  nasofaring dengan    biopsi  buta  pada  penderita  karsinoma nasofaring.  Pada penelitian  ini  didapatkan  sensitivitas  cara  sikatan untuk  mendeteksi  sel  ganas  pada  penderita  karsinoma nasofaring adalah sebesar 75,8%, spesifisitas 100%, nilai prediksi positif 100%, nilai prediksi negatif  20% dan akurasi 77,14%.. Kemampuan sitologi sikatan untuk mengetahui adanya sel ganas pada penderita KNF lebih rendah dibanding biopsi cara buta.(JKS2010; 3: 137-144) Kata kunci: biopsi buta, sitologi, sikatan Abstract.  Diagnose NPC upheld pursuant to result of inspection histopatologi tumor in nasopharynx.  Biopsy method of blind only can take specimen precisely about 70%, so that restating biopsy still needed.   Other technics to take specimen for determine there is malignant cells or not in nasopharynx with inspection of citology. With inspection of sitologi searched the existence of cancer cell from materials of smear or aspiration. One of the inspection sitologi that assumed can take specimen in nasofaring is brush biopsy. This Research represent analytic  observasional comparative research with  desain study of  cross sectional. This  research conducted to prove hypothesis that there is correspondence among the result of inspection citology brush biopsy and blind biopsy in determining there is malignant cells or not at patient of nasopharyngeal  carcinoma. At this research has got value of sensitivity brush biopsy to detect malignant cells at patient of nasopharynx carcinoma75,8%,  spesifisitas  100%, positive  predictive value  100%, negative predictive value  20%  and  accuration77, 14%. Ability of sitologi brush biopsy to know the existence of malignant cells at NPC patient is  lower than blind biopsy.(JKS 2010; 3:  137-144)Keywords : blind biopsy, cytology, brush biopsy

Copyrights © 2010