Jurnal Kedokteran Syiah Kuala
Vol 13, No 3 (2013): Volume 13 Nomor 3 Desember 2013

OSTEOPOROSIS PADA HIPERTIROIDISME

Desi Salwani (Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala/RSUD dr. Zainoel Abidin)



Article Info

Publish Date
16 Dec 2013

Abstract

Abstract. Osteoporosis didefenisikan sebagai pengurangan masa dan kekuatan tulang sehingga meningkatakan risiko fraktur.  Di Amerika serikat, terjadi pada 1 dari 2 wanita usia lebih dari 50 tahun dan meningkat sejalan dengan bertambahnya usia, mengakibatkan fraktur, meningkatkan morbiditas serta mortalitas.Hipertiroidisme mencetuskan bone turnover dan mempersingkat siklus remodelling tulang normal dan lebih sering merusak tulang kortikal (hip dan forearm) dibanding tulang trabekular (spine).Hypertiroidisme berkaitan dengan remodelling tulang, menurunnya densitas tulang, osteoporosis dan meningkatnya kejadian fraktur. Konsentrasi hormon tiroid yang tinggi dalam jangka waktu lama meningkatkan risiko osteoporosis dan risiko fraktur. Perubahan metabolisme tulang berkaitan dengan keseimbangan kalsium negatif, hiperkalsiuria dan kadang-kadang hiperkalsemia. Penanganan terhadap hipertiroidisme akan mengembalikan densitas tulang.Abstract. Osteoporosis is defined as low bone mass density  that increase fractur risk.  In US, 0steoporosis affecting approximately 1 of 2 old women  and increase fractur risk, morbidity and mortality.Hipertiroidisme causes bone turnover and  stimullates bone remodelling  cycle, cortikal (hip and forearm) than trabecular (spine).Hypertiroidisme was associated with bone remodelling, reduced bone density, osteoporosis and could increase fracture risk. High concentration of thyroid hormone causes osteoporosis and increase fracture risk. Changes in bone metabolism are associated with negative calcium balance, hypercalciuria and, rarely, hypercalcemia Management of  hypertiroidisme affects bone density.

Copyrights © 2013