AbstractIn the present article I offer a discussion of Asian Biblical Hermeneutics and its relationship to postcolonial biblical criticism, which partly implicated to a multi-faith hermeneutical method. It included the examination of several issues such as the location of the application of the method, methodical options, critical appraisal to the method, as well as its significance for contextual Bible study within my Asian and Indonesian contexts. I put forward as well a critical discussion of several examples of the way Asian hermeneuticians and theologians using the method. I conclude it with my own hermeneutical standpoint through the elaboration on a cross-textual reading of sacred texts and its function as an important instrument within the field of interreligious dialogue. AbstrakTulisan ini (bagian pertama) akan mendiskusikan wacana mengenai Hermeneutik Alkitab Asia (Asian Biblical Hermeneutics) dalam hubungannya dengan kritik postkolonial dan teori hermeneutik. Tilikan kritis akan dikemukakan dalam diskusi yang terjadi di antara para pengguna ilmu tafsir terutama tentang di mana dan bagaimana perspektif hermeneutik Asia ini telah digunakan dan diterapkan, alasan penggunaannya, dan apa pertimbangan kritis yang muncul akibat pembacaan ini serta signifikansinya terhadap studi Alkitab dalam konteks Indonesia dan Asia. Beberapa contoh dari bagaimana para teolog dan penafsir Asia menggunakan metode pembacaan bergenre hermeneutik Asia secara kritis-dialogis dalam konteks ketegangan kreatif di antara keterbukaan terhadap yang lain (di satu pihak) dan komitmen terhadap identitas iman sendiri (di lain pihak), akan terhadirkan.
Copyrights © 2018