Individu yang mengalami bencana dan kehilangan keluarga memiliki kecenderungan me-ngalami gangguan psikologis. Gangguan psikologis yang dimungkinkan terjadi pasca bencana pada korban bencana yaitu stres, psikosomatis, trauma, bahkan mungkin sampai depresi. Bencana menjadi salah satu faktor yang menghasilkan problem atau gangguan psikologi dan akan berpengaruh negatif bagi perjalan-an kehidupan individu-individu yang mengalaminya. Penanganan berupa intervensi psikologi sangat dibutuhkan agar dapat kembali pulih. Terapi tawa merupakan salah satu intervensi psikologi yang sangat sederhana dan ekonomis, prinsipnya hanya dibutuhkan individu dapat tertawa, melalui tertawa akan mampu merelakskan otot-otot yang tegang. Tertawa juga melebarkan pembuluh darah sehingga memperlancaraliran darah ke seluruh tubuh. Selain itu, tertawa juga berperan dalam menurunkan kadar hormon stres epineprine dan kortisol. Jadi, bisa dikatakan bahwa tertawa merupakan teknik relaksasi yang dinamis dalam waktu singkatKata kunci: Terapi tawa, healing dan recovery, trauma pasca bencana
Copyrights © 2015