HUMANIS
Volume 6. No. 2. Februari 2014

THE TRANSLATION OF TABOO WORDS INTO INDONESIAN IN THE FAST & FURIOUS TOKYO DRIFT AND FAST FIVE MOVIES

Ni Made Windri Shanti (Unknown)



Article Info

Publish Date
28 Feb 2014

Abstract

Penelitian ini berjudul the translation of taboo words into Indonesian in the fast& the furious Tokyo drift and fast five movies. Kata-kata tabu merupakan suatu bentukadat budaya yang berkenaan dengan religi yang tidak diperkenankan penggunaannyadalam percakapan. Namun pada kenyataannya hampir seluruh film menggunakanbahasa inggris yang mengandung kata-kata tabu karena berkaitan dengan plot dankeseluruhan isi cerita. Penelitian ini berfokus pada terjemahan kata-kata tabu dalamfilm the fast & the furious Tokyo drift and fast five.Data diperoleh dari film Hollywood yang berjudul the fast & the furious Tokyodrift and fast five movies. Data dikumpulkan melalui metode observasi terutamaobservasi non-participant. Langkah tersebut diikuti dengan mengisi keterangan melaluitehnik mencatat kemudian data tersebut dikategorikan berdasarkan teori. Analisisdeskriptif disajikan dalam masing-masing jenis kata-kata tabu yang telah dikategorikan.Analisis dari terjemahan dan kata-kata tabu dibuat berdasarkan teori terjemahan karyaLarson (1998), dan teori kata-kata tabu karya Jay ((1992).Pembahasan mencakup jenis kata-kata tabu yang terdapat dalam film berikutterjemahannya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 39 ekspresi kata-kata tabuditemukan dalam film. Dari 10 jenis kata-kata tabu 9 diantaranya ditemukan dalam film.Ditemukan pula bahwa kata-kata tabu tersebut tidak hanya diterjemahkan secaraleksikal namun juga diterjemahkan sesuai dengan situasi.

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

sastra

Publisher

Subject

Arts Humanities

Description

Jurnal online Humanis adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Udayana. Salah satu indikator kualitas perguruan tinggi ialah diukur dari seberapa banyak karya ilmiah yang dihasilkan dan telah dipublikasikan. Penulisan karya ilmiah harus mencerminkan budaya ...