Metahumaniora
Vol 7, No 2 (2017): METAHUMANIORA, SEPTEMBER 2017

Nama Makanan Tradisional Sunda di Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung: Kajian Geolinguistik

Wagiati Wagiati (Unknown)



Article Info

Publish Date
03 Sep 2017

Abstract

Penelitian ini membahas nama makanan tradisional, penyebarannya, dan perubahanserta variasinya di lima desa titik pengamatan, yaitu Desa Ibun, Cibeet, Dukuh, Laksana, danMekarwangi Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekanasinkronis dan diakronis. Pengumpulan data menggunakan metode simak dan cakap denganteknik catat. Sumber data yang digunakan adalah informan atau narasumber yang tinggal dilima desa titik pengamatan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada 85 glos dari88 glos nama makanan tradisional yang dijawab oleh para informan. Ini menunjukkan bahwaada 85 jenis nama makanan fradisional di lokasi penelitian. Ada 56 glos yang menunjukkannama makanan yang sama di seluruh titik pengamatan dan 29 glos yang menunjukkan namamakanan dengan variasi, yakni 6 glos menunjukkan variasi bersifat fonetis dan 23 glos yangmenunjukkan variasi leksikal. Dengan demikian, variasi dan perubahan leksikal lebih banyakterjadi dibandingkan dengan variasi dan perubahan fonetis.Kata kunci: makanan tradisional, geolinguistik, glosABSTRACTThis research discusses names of Sundanes traditional food, spread of the names of thefood, and their change and variation in fives villages, namely Ibun, Cibeet, Dukuh, Laksana, andMekarwangi, Ibun District of Bandung Regency. This research uses synchronic and diachronicapproach. The data was collected by using the interview method. Data was collectedfrominformants in research location. The research concludes that there are 85 glosses of 88 glossesofthe names of Sundanes traditional food were answered by informants. This indicates there are85 kinds of traditional food in research location. There are 56 glosses indicate same name offood entire research location and 29 glosses indicate names of food variated, namely 6 glossesindicate phonetic variation and 23 glosses indicate lexical variation, the lexical change andvariation dominated.Keywords: traditional food, geolinguistics, gloss

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

metahumaniora

Publisher

Subject

Arts Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Metahumaniora adalah jurnal dalam bidang bahasa, sastra, dan budaya yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran sejak tahun 2012 dan bertujuan menyebarluaskan pemikiran-pemikiran konseptual maupun hasil riset yang telah dicapai dalam rumpun ilmu humaniora. Fokus dan ruang ...