Salah satu herbal yang digunakan sebagai imunomodulator adalah kulit buah delima (Punica granatum L.). Zat aktif utama pada tanaman ini yang dimungkinkan berkhasiat sebagai imunomodulator adalah flavanoid golongan flavonols. Penelitian ini menggunakan mencit jantan 15 dan diberi ekstrak etanol kulit buah delima dengan dosis 50 mg/kgBB, dosis 100 mg/kgBB, dosis 200 mg/kgBB serta digunakan kontrol positif dan kontrol negatif sebagai pembanding, diberikan secara oral selama 7 hari. Pada hari ke-8 diinfeksikan bakteri staphylococcus aureus secara intraperitoneal. Analisis dilakukan menggunakan ANOVA satu arah. Berdasarkan hasil pengamatan menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah delima dengan dosis 200 mg/kgBB memiliki efek terbaik sebagai imunomodulator dengan persen aktivitas 89,8 %.
Copyrights © 2017