Klorin merupakan jenis sanitier yang umum digunakan di Unit Pengolahan Ikan (UPI) termasuk pengolahan udang,namun potensi efek negatif dari klorin yang mungkin ditimbulkan bagi kesehatan manusia membuat pencarian alternatif sanitizer bagi industri pengolahan pangan perlu dilakukan.Salah satu alternatif sanitizer pengganti klorin yang potensial dari sumber daya kelautan Kalimantan Barat adalah ekstrak tanaman mangrove Pidada (Sonneratia caseolaris). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis penggunaan ekstrak Pidada sebagai sanitizer pengganti klorin serta mengetahui pengaruh aplikasi ekstrak Pidada sebagai sanitizer dalam menurunkan level kontaminasi mikroba pada udang segar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental yang meliputi ekstraksi kulit kayu Pidada dengan metanoldan pengujian efektivitas ekstrak pidada dalam menurunkan kontaminasi mikroba pada udang segar menggunakan metode Angka Lempeng Total (ALT). Hasil penelitian menunjukkan rendemen ekstrak solid kulit kayu pidada sebesar 0,62%. Efektivitas penurunan kontaminasi mikroba pada udang segar terbaik ditunjukkan oleh pencucian dengan menggunakan larutan ekstrak kulit kayu Pidada dengan konsentrasi 100 ppm yaitu sebesar 77%. Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa ekstrak kulit kayu Pidada berpotensi untuk dikembangkan sebagai sanitizer untuk unit pengolahan udang maupun ikan.
Copyrights © 2018