Pemanfaatan pekarangan saat ini lebih dititikberatkan pada usaha budidaya sayuran yang berumur pendek sehingga dapat dengan segera dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga atau dijual untuk menambah pendapatan keluarga. Di pekarangan sempit bertanam sayuran dapat dilakukan di dalam pot atau dilakukan secara vertikultur. Tujuan dari penulisan ini merupakan review dari inovasi teknologi budidaya sayuran dalam polybag/pot di pekarangan sempit yang dapat mendukung ketahanan pangan keluarga. Oleh sebab itu dalam rangka meningkatkan produksi tanaman sayuran daun dapat dilakukan diantaranya: (1) pemupukan, (2) campuran media tanam dengan limbah organik dan (3) bobot/volume media tanam dalam pot. Pemupukan selain dapat diberikan melalui tanah juga bisa diberikan melalui daun. Pemberian pupuk melalui daun memberikan pengaruh yang cepat terhadap pertumbuhan tanaman, penghematan pemakaian pupuk dan tidak menimbulkan kerusakan pada tanah jika penggunaannya dilakukan dengan benar. Pupuk Sepirit, Super Flora dan Sprint dilarutkan dalam air dengan takaran 2 ml/liter air diberikan pada tanaman caisin dalam polybag yang disemprotkan ke daun berpengaruh terhadap berat konsumsi secara visual dimana berat konsumsi tanaman caisin tertinggi dicapai oleh perlakuan pupuk Sepirit yaitu 74 gr/tanaman dibandingkan pupuk yang lain dan kontrol. Media tanam campuran tanah+pupuk kandang ayam+arang sekam merupakan media tanam yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman, karena pupuk kandang sebagai sumber utama bahan organik yang dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Volume media yang baik untuk budidaya tanaman adalah volume media yang mampu menunjang pertumbuhan dan perkembangan akar serta mencukupi kebutuhan tanaman akan air dan unsur hara. Hasil penelitian sebelumnya berat segar tanaman sawi sendok (pakcoy) tertinggi dicapai oleh volume media tanam 3,0 kg rata-rata 44 gr/tanaman.
Copyrights © 2020