Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Pemulutan Ulu, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, pada April-Agustus 2019. Adapun tujuan untuk mendapat varietas Inpari yang adaptif dan mempunyai potensi hasil tinggi. Bahan yang dibutuhkan antara lain : benih padi varietas Inpari 6, Inpari 33, Inpari 34 dan Situbagendit, pupuk urea, SP-36, KCl, pestisida, herbisida dan terpal. Selain itu alat yang dibutuhkan antara lain : hand traktor, meteran, timbangan, parang, cangkul, sprayer. Metode yang digunakan pengamatan langsung di lapangan, luasan pengkajian 4 hektar. Pupuk yang digunakan 150 kg Urea, 100 kg SP-36 dan 100 kg KCl/ha sesuai anjuran. Pemupukan dilakukan 2 kali yaitu pada umur 1 minggu setelah tanam (MST) dengan takaran 75 kg urea, 100 kg SP-36 dan 100 kg KCl/ha dan pada umur 4 minggu setelah tanam (MST) dengan takaran 75 kg urea/ha. Sistem tanam tegel jarak tanam 25 x 25 cm. Data yang dikumpulkan meliputi: tinggi tanaman saat panen, jumlah anakan produktif/rumpun, panjang malai, jumlah gabah per malai, jumlah gabah isi per malai, dan produksi gabah konversi per hektar. Metoda yang digunakan adalah pengamatan langsung di lapangan (observasi) terhadap varietas unggul yang diperagakan. Data yang diperoleh disusun secara tabulasi dan dianalisis dengan uji statistik yaitu uji kesamaan nilai tengah (uji–t). Analisis data dilakukan dengan program SPSS. Hasil menunjukkan bahwa Inpari 6,Inpari 33, Inpari 34 dan Situbagendit dapat beradaptasi di rawa lebak dengan tinggi tanaman tergolong pendek dan jumlah anakan produktif per rumpun tergolong banyak dengan produksi rata-rata 7,4 ton GKP/ha dimana produksi gabah tertinggi dicapai oleh Situbagendit (8,7 ton GKP/ha) diikuti oleh Inpari 34 (8,0 ton GKP/ha), Inpari 6 (7,5 ton GKP/ha) dan Inpari 33 (5,4 ton GKP/ha). Tekstur nasi Inpari 6 (sangat pulen), Inpari 33 (sedang), Inpari 34 (agak pera) dan Situbagendit (pulen). Varietas tersebut dapat dikembang di rawa lebak tengahan.
Copyrights © 2019