Penyediaan air bersih kawasan permukiman sekitar kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dilayani oleh Instalasi Pengolahan Air (IPA) Jurug dengan air baku berasal dari Sungai Bengawan Solo. Sistem penyediaan air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terdiri dari lima unit yaitu unit air baku, transmisi, produksi, distribusi, dan pelayanan. Pola persebaran permukiman juga memiliki keterkaitan terhadap sistem penyediaan air bersih. Efektivitas sistem penyediaan air terbagi menjadi tiga kategori, yaitu tidak efektif, kurang efektif dan efektif. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data sekunder yang didapat dari survey data ke PDAM dan BAPPPEDA Surakarta, sedangkan data primer didapat dari wawancara dan kuesioner pelanggan PDAM. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Data primer dan sekunder diolah menggunakan teknik analisis skoring, sedangkan pola persebaran permukiman dianalisis menggunakan analisis tetangga tedekat pada software ArcGIS 10.1 kemudian didapatkan pola persebaran permukiman yaitu mengelompok. Pola persebaran permukiman mengelompok mempermudah dalam pendistribusian air bersih. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa sistem penyediaan air bersih di kawasan permukiman di sekitar Kampus Kentingan UNS Surakarta kurang efektif namun sudah mendekati efektif.
Copyrights © 2021