Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan ekspresi verbal diberikan masyarakat Bali terhadap kelahiran seorang bayi dengan mengkaji inti ungkapan dari penggunaan pilihan kata. Dalam konteks wacana, pilihan kata yang dipakai tersebut tidak semata-mata hanya karena kebetulan, tetapi juga secara ideologis menunjukkan bagaimana pemaknaan masyarakat terhadap fakta atau realitas. Analisis data menunjukkan ada perbedaan penggunaan pilihan kata antara ekspresi verbal untuk bayi laki-laki dan perempuan. Ekspresi verbal untuk bayi laki-laki mengandung fitur-fitur semantik kebahagiaan yang luar biasa sedangkan untuk bayi perempuan ada doa dan harapan yang lebih kepada tugas-tugas domestik perempuan. Secara umum, variasi ekspresi verbal yang diberikan tersebut mengandung ketimpangan gender karena terlihat mengutamakan salah satu jenis kelamin dibandingkan yanglainnya. Dalam kaitan analisis wacana dapat dikatakan bahwa struktur mikro dari ekspresi verbal merupakan cerminan dari struktur makro yaitu konstruksi budaya masyarakat Bali yang masih mengutamakan jenis kelamin laki-laki.
Copyrights © 2020