ABSTRACTThe level of women's participation in gender-responsive training programs is still low. Improvement of gender-responsive training programs within the framework of improving performance in the subsequent implementation. In general, the findings of the evaluation using several assessments have resulted in several alternative improvements. The purpose of this study is the priority goal of program improvement. This study uses a quantitative request by applying the TOPSIS procedure. TOPSIS as one of the decision-making methods many criteria are easy to use. Based on the results of the assessment of the planners who worked on and evaluated the evaluation of the work unit within the Education and Training Agency, they received priority improvements, namely information dissemination to various parties that had not been optimally carried out. The use of TOPSIS in this study can be used to improve priority programs to become more directed towards continuous improvement. ABSTRAKTingkat partisipasi perempuan dalam program pelatihan responsif gender masih rendah. Perbaikan program pelatihan responsif gender dalam rangka meningkatkan kinerja pada penyelenggaraan selanjutnya. Pada umumnya temuan dari hasil evaluasi menggunakan beberapa kriteria menghasilkan beberapa alternatif perbaikan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan prioritas perbaikan program. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menerapkan prosedur TOPSIS. TOPSISsebagai salah satu metode pengambilan keputusan banyak kriteria mudah digunakan. Berdasarkan hasil penilaian dari perencana yang melakukan dan memahami evaluasi dari unit kerja di lingkungan Badan Diklat ESDM diperoleh prioritas perbaikan, yaitu penyebaran informasi kepada berbagai pihak yang selama ini belum optimal dilakukan. Penggunaan TOPSIS pada penelitian ini dapat digunakan untukpenentuan prioritas perbaikan program lainnya agar menjadi lebih terarah perbaikannya.
Copyrights © 2020