Sampah merupakan permasalahan yang pelik bagi masyarakat maupun pemerintah daerah. Sampah organik yang dihasilkan sebanyak 60%, sedangkan Sampah plastik sebanyak 16%. Salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi volume sampah organik yang mencapai 60% adalah dengan memanfaatkan sampah organik sebagai kompos padat maupun cair. Kompos merupakan pupuk yang dibuat dari sampah organik yang sebagian besar berasal dari rumah tangga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas EM4 dan MOL sebagai aktivator pada pembuatan kompos skala rumah tangga. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan rancangan post test only control group. Pengamatan dilakukan di Workshop Akademi Kesehatan Lingkungan Muhammadiyah Makassar. Data yang dijadikan indikator dari pengomposan adalah Warna, Tekstur, dan Bau. Hasil penelitian menunjukkan kompos dengan bantuan EM4 ataupun MOL sama-sama memerlukan waktu selama 22 hari untuk menjadi kompos, tetapi pada hari ke-4 sampai hari ke-6 terjadi perbedaan yaitu warna kompos dengan penambahan MOL lebih coklat dibanding dengan penambahan EM4. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi suatu alternatif pengendalian sampah organik dengan menjadikannya sebagai bahan utama dalam pembuatan kompos. Diharapkan untuk penelitian selanjutnya dapat memperhatikan besar kecilnya pencacahan bahan organik sebelum melakukan pengomposan dengan tujuan untuk mempercepat penghancuran. Mengingat banyak bahan yang dijadikan sebagai kompos dan aktivator maka perlu dilakukan penelitian dengan media yang berbeda yang mungkin lebih efektif
Copyrights © 2017