Proses involusi yang tidak berjalan dengan baik dapat menyebabkan terjadinya perdarahan. Menyusui segera pada saat bayi lahir dapat mempercepat penurunan tinggi fundus uteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tinggi fundus uteri hari pertama dan kedua ibu post partum menyusui dan tidak menyusui di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metodeanalitik dengan pendekatan cross sectional. Dalam penelitian ini yang termasuk populasi adalah seluruh ibu post partum yang ada di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang pada tanggal 24 April–20 Mei tahun 2017. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Hasil penelitian didapatkan distribusi frekuensi dari 15 ibu post partum menyusui, pada hari pertama tinggi fundus uteri ibu paling tinggi adalah 19 cm sebanyak 1 orang (6,7%), sedangkan pada hari kedua tinggi fundus uteri ibu paling tinggi adalah 16 cm sebanyak 2 orang (13,3%). Distribusi frekuensi dari 15 ibu post partum tidak menyusui, pada hari pertama tinggi fundus uteri ibu paling tinggi adalah 19 cm sebanyak 1 orang (6,7%), sedangkan pada hari kedua tinggi fundus uteri ibu tidak menyusui paling tinggi adalah 17 cm sebanyak 2 orang (13,3%). Ada perbedaan tinggi fundus uteri ibu menyusui dan ibu tidak menyusui pada hari pertama dengan nilai p value = 0,038 < α (0,05) dan hari kedua dengan p value = 0,008 < α (0,05). Diharapkan petugas kesehatan khususnya perawat dapat memberikan penanganan yang tepat pada ibu bersalin fisiologis dengan melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD).
Copyrights © 2018