Masa nifas merupakan masa rawan bagi ibu sekitar 60% kematian ibu terjadi setelah melahirkan dan hamper 50% dari kematian pada masa nifas terjadi 24 jam pertama setelah persalinan, diantaranya disebabkan oleh komplikasi masa nifas. Komplikasi masa nifas adalah keadaan abnormal pada masa nifas yang disebabkan oleh masukknya kuman ke dalam alat genetalia pada waktu persalinan dan nifas.Survey awal yang dilakukan pada tanggal 7-8 Oktober 2017 di BPM Choiru Mala Palembang terdapat 4 orang ibu nifas yang melakukan kunjungan ulang hanya 1 orang yang empat kali selama masa nifas, sedangkan 3 orang hanya dua kali selama masa nifas. Penelitian ini menggunakan metode survey Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu nifas. Sampel menggunakan Acidental Sampling berjumlah 36 responden. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan analisa bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 36 responden dengan pengetahuan baik patuh melakukan kunjungan nifas sebanyak 20 (79.6%) lebih banyak dibandingkan dengan tidak patuh emlakukan kunjungan ni sebanyak 6 (23.1%). Sedangkan pengetahuan kurang patuh melakukan kunjungan nifas sebanyak 3 (30.0%) lebih sedikit dibandingkan dengan yang tidak patuh melakukukan kunjungan nifas sebanyak 7 (70.0%) . Hasil uji statistik Chi Square, diperoleh nilai p value = (0.018) <α (0,05) artinya ada hubungan bermakna antara pengetahuan ibu nifas dengan kepatuhan kunjungan masa nifas dengan demikian hipotesis yang menyatakanada hubungan antara pengetahuan ibu nifas dengan kepatuhan kunjungan masa nifas terbukti secara statistik. Diharapkan bidan untuk bisa melakukan kunjungan rumah ke ibu nifas apabila ibu tidak patuh melakukan kunjungan nifas agar masa nifas berjalan dengan baik sedangkan bagi masyarakat diharapkan dapat melakukan kepatuhan kunjungan selama masa nifas sesuai program yang telah ditetapkan
Copyrights © 2018