Latihan fisik aerobik yang dilakukan secara teratur selain dapat meningkatkan kesehatan jantung – paru juga dapat menyebabkan pertumbuhan dan regenerasi sel-sel otak. Latihan fisik meningkatkan Insulin – like Growth Factor – 1 (IGF – 1) yang berdampak terhadap pertumbuhan dan regenerasi sel-sel otak. IGF-1 diproduksi oleh jaringan otak. Belum diketahui apakah latihan fisik mengakibatkan terjadinya perbedaan kadar IGF-1 jaringan hipokampus . Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar IGF-1 jaringan hipokampus pada tikus wistar yang diberi perlakuan latihan fisik aerobik 1 kali seminggu, 3 kali seminggu dan 5 kali seminggu. Penelitian ini merupakan Post Test Control Group Design. Subjek penelitian berupa tikus Rattus norvegicus strain Wistar berjumlah 28 ekor tikus yang dibagi dalam 1 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan yaitu kelompok latihan fisik aerobik yang dilakukan 1 kali seminggu, 3 kali seminggu dan 5 kali seminggu. Latihan fisik aerobik dilakukan menggunakan animal treadmill dengan kecepatan 20 m/menit selama 30 menit. Hasil penelitian : Terjadi peningkatan kadar IGF-1 jaringan hipokampus (103,986±3,58 pg/mL) dibandingkan kelompok kontrol (97,367±5,72 pg/mL). Kadar IGF-1 jaringan hipokampus tertinggi terjadi pada kelompok 5 kali seminggu (111,078±3,31 pg/mL),. Hasil uji One way Anova menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna (p < 0,05) rerata kadar IGF-1 jaringan hipokampus 1 kali seminggu, 3 kali seminggu dan 5 kali seminggu. Kesimpulan Terdapat perbedaan yang bermakna kadar IGF-1 jaringan hipokampus tikus wistar yang diberi perlakuan latihan fisik aerobik dengan frekuensi yang berbeda
Copyrights © 2016