Kajian permukiman dalam arkeologi adalah kajian mengenai hubungan sosial yang dapat diamati dalam data dan bukti arkeologi. Menteng adalah salah satu permukiman di Indonesia yang istimewa karena merupakan permukiman kota taman pertama di Indonesia. Keistimewaan ini mendorong sebuah masalah mengenai latar belakang awal mula perintisan Menteng serta bentuk-bentuk perkembangannya pada masa kolonial. Untuk merekonstruksi dan menjawab masalah tersebut, penelitian ini kemudian berfokus untuk menggunakan data peta, sejarah dan demografi yang sezaman. Pada tahap selanjutnya, kesemua data di analisis secara deskriptif dan kemudian dibandingkan satu sama lain. Pada bagian akhir data yang telah dianalisis kemudian dihubungkan dengan Teori Cakupan Wilayah. Dari tahap tersebut diambil suatu kesimpulan mengenai periode perkembangan, bentuk perkembangan serta latar belakang dari perkembangan tersebut. Pada akhirnya dapat diketahui beberapa periode yang menandakan bentuk-bentuk perkembangan permukiman di Menteng. Mulai dari tahun 1910 (perintisan), 1921 (perkembangan), 1933 (puncak), 1938 (penurunan) dan 1942 (penghentian sementara). Adapun pada prosesnya, cakupan wilayah Menteng mencapai 2 km dari titik pusat. Perkembangan di atas disebabkan oleh adanya ledakan kependudukan di Batavia pada masa itu dan sekaligus kebutuhan ekonomi yang meningkat.
Copyrights © 2020