E-Jurnal Medika Udayana
Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana

EFEK AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK SABUT KELAPA (COCOS NUCIFERA L.) VARIETAS DALAM TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI EXTENDED SPECTRUM ?-LACTAMASE PRODUCING ESCHERICHIA COLI SECARA IN VITRO

I Kadek Aditya Nugraha (Unknown)
Made Agus Hendrayana (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Apr 2020

Abstract

ABSTRAK Escherichia coli (E. coli) merupakan bakteri bersifat non-patogen dan patogen. Meskipun penatalaksaan utama infeksi E. coli adalah pemberian antibiotik, dalam perkembangannya muncul strain E. coli penghasil Extended Spectrum ?-lactamase (ESBL). E. coli penghasil ESBL memiliki kemampuan menghidrolisis antibiotik golongan beta-laktam yaitu penisilin; sefalosporin generasi pertama, kedua, dan ketiga; serta aztreonam. Sabut kelapa (Cocos nucifera L.) memiliki fitokimia utama tanin berupa prosianidin serta fenol berupa katekin dan epikatekin yang memiliki aktivitas antibakteri. Kemampuan produksi kelapa varietas dalam di Provinsi Bali adalah 71.754,68 ton per tahun. Jumlah produksi kelapa varietas dalam yang besar menarik peneliti untuk melakukan telaah mengenai aktivitas ekstrak etil asetat sabut kelapa varietas dalam dalam menghambat pertumbuhan E. coli penghasil ESBL. Penelitian dimulai dengan ekstraksi sabut kelapa dengan pelarut etil asetat dengan metode maserasi. Ekstrak kemudian diuji kandungan fitokimia secara kualitatif untuk mengetahui komposisi fitokimia pada ekstrak. Ekstrak dengan konsentrasi 50 mg/ml, 75 mg/ml, dan 100 mg/ml ditanam pada kultur E. coli penghasil ESBL dengan metode disc diffusion dengan kontrol negatif dan kontrol positif yaitu etil asetat 100% dan meropenem. Kultur kemudian diinkubasi selama 18-24 jam di suhu 35±2oC. Hasil uji fitokimia menunjukkan kandungan ekstrak berupa tanin, saponin, dan fenol. Hasil uji antibakteri ekstrak sabut kelapa varietas dalam konsentrasi 50 mg/ml, 75 mg/ml, dan 100 mg/ml tidak ditemukan adanya diameter zona hambat pada kultur. Ekstrak sabut kelapa varietas dalam tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri E. coli penghasil ESBL secara in vitro. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan metode ekstraksi yang lebih murni dan pemberian fitokimia dengan konsentrasi lebih tinggi. Kata Kunci: E. coli penghasil ESBL, Sabut Kelapa, tanin, katekin, epikatekin

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

eum

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology

Description

Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah ...