Cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Dalam upaya meningkatkan hasil kualitas dan kuantitas cabai agar tidak terserang hama dan penyakit, para petani menggunakan pestisida kimia sebagai pengendalian terakhir. Penggunaan pestisida kimia secara berlebihan dapat meninggalkan adanya residu pada tanaman sehingga dapat menyebabkan gangguan Kesehatan bagi manusia yang mengkonsumsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara penggunaan pestisida dan kandungan residu pestisida pada cabai merah. Aplikasi pestisida dilakukan pada lahan petani Desa Saleh Mukti Kecamatan Air Salek dan pengujian residu di Laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetech (SIG) Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara penggunaan pestisida oleh petani belum sesuai dengan 5 Tepat dan penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) masih kurang memadai. Hasil analisis residu terhadap bahan aktif yang digunakan (profenopos dari golongan organofosfat dan difenokonazol golongan triazole, tidak terdeteksi adanya residu yang tertinggal pada buah cabai, baik dari buah yang dicuci maupun yang tidak dicuci, sehingga buah cabai layak dikonsumsi konsumen.
Copyrights © 2021