Kota Bogor sebagai salah satu kota penyangga ibukota tidak dapat dipungkiri lagi bahwa masyarakatnya yang plural tentu secara umum mempunyai akses teknologi yang cukup terhadap segala fenomena termasuk di dalamnya adalah pengetahuan (knowledge) tentang arsitektur, studi ini dimaksudkan untuk mengetahui persepsi maupun preferensi masyarakat terhadap fasad bangunan modern khususnya bangunan publik. Pemilihan metode K-means lebih dikarenakan mengingat data yang digunakan dalam variabel Kuisioner sangat sederhana parameternya yaitu mengenai preferensi pengetahuan masyarakat terhadap elemen arsitektural pada fasad bangunan. K-means clustering adalah jenis pembelajaran tanpa pengawasan, yang digunakan ketika terdapat entitas yang dimilikiĀ merupakan data yang tidak berlabel.Tujuan dari algoritma ini adalah untuk menemukan kelompok dalam data, dengan jumlah kelompok yang diwakili oleh variabel K. Algoritma ini bekerja secara iteratif untuk menetapkan setiap titik data ke salah satu kelompok K berdasarkan pada fitur yang disediakan. Poin data dikelompokkan berdasarkan kesamaan fitur. Hasil dari algoritma pengelompokan K-meansĀ meliputi Centroid dari cluster K, yang dapat digunakan untuk memberi label data baru, dan label untuk data pelatihan (setiap titik data digunakan ke satu cluster) untuk memperjelas mekanisme kinerja K-means dicoba dengan menggunakan Ms Excell.
Copyrights © 2019