Kondisi Jalan Mercedes Benz sepanjang 3,4 km ini mengalami kerusakan berupa jalan bergelombang, berlubang, dan konstruksi beton yang hancur. Penyebab utamanya adalah perubahan pemanfaatan lahan menjadi lahan industri yang menimbulkan banyaknya aktivitas kendaraan berat yang melintas dan berdampak pada jalan ini. Berdasarkan kondisi tersebut maka perlu dilakukan perbaikan pada jalan tersebut. Pertama dilakukan peninjauan kerusakan jalan dengan cara visual dan riding quality untuk mengetahui nilai dan tingkat kerusakan yang terjadi pada jalan tersebut. Kemudian perlu diketahui karakteristik lalu lintas pada saat ini dan analisis karakteristik lalu lintas sesuai umur rencana. Lalu, dilakukan perencanaan tebal struktur perkerasan lentur dan kaku. Dan analisis perbandingan kedua jenis perkerasan tersebut untuk menjadi rekomendasi perbaikan yang sesuai pada jalan tersebut. Pemilihan jenis perkerasan yang sesuai berdasarkan biaya konstruksi dan pemeliharaan yang lebih rendah antara kedua jenis perkerasan tersebut. Dari hasil perhitungan dan analisis tersebut didapatkan perkerasan kaku dengan umur rencana 40 tahun dengan tebal pelat beton 28,5 cm, lapis pondasi LMC 10 cm, dan lapis drainase 15 cm sebagai rekomendasi konstruksi perkerasan jalan yang sesuai untuk menangani kerusakan Jalan Mercedes Benz. Dengan biaya konstruksi sebesar Rp 3.722.769,- /m3 dan biaya pemeliharaan Rp 638.793,- /m3.
Copyrights © 2020