PT Terminal Teluk Lamong merupakan perusahaan logistik yang berfokus di bidang bongkar-muat peti kemas dan bongkar curah kering (dry bulk). Pada kegiatan bongkar curah kering, kinerja grab ship unloader (GSU) menentukan efisiensi bongkar. Saat ini performa curah kering PT Teluk Lamong memiliki rata-rata flow rate sebesar 675,71 ton/jam dari kapasitas maksimal 2500 ton/jam. Untuk meningkatkan kinerja GSU, ditentukan variabel yang mempengaruhi yaitu operator dan stasiun kerja. Untuk itu perlu dilakukan pengukuran kerja berupa stopwatch time study untuk operator GSU. Selain itu dilakukan penerapan ergonomi partisipatif berupa pelibatan operator dalam identifikasi permasalahan serta pemecahannya melalui metode wawancara dan diskusi. Selain itu juga dilakukan perbaikan kondisi stasiun kerja yang berfokus pada kondisi lingkungan. Pada perbaikan stasiun kerja juga digunakan hasil kuesioner menggunakan Nordic Body Map untuk mengukur potensi cedera operator GSU. Hasil dari penelitian yang dilakukan merupakan perubahan metode serta perbaikan stasiun kerja GSU. Rekomendasi metode kerja GSU yang dihasilkan adalah perubahan pola pergerakan pengambilan material dari dalam palka. Sedangkan untuk rekomendasi stasiun kerja disusun untuk memastikan bahwa kondisi tubuh operator saat bekerja tidak terbebani.
Copyrights © 2020