Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PERANCANGAN APLIKASI PATROLI KEAMANAN DAN KESELAMATAN KAMPUS Rahman, Arief; Ramdhani, Muhammad Hanif; Partiwi, Sri Gunani; Maryani, Anny
Jurnal Industri Inovatif Vol 8 No 1 (2018): INDUSTRI INOVATIF - JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : PRODI TEKNIK INDUSTRI S1 ITN MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keamanan lingkungan merupakan kondisi utama untuk menciptakan suasana kerja yang kondusif dan sebagai upaya untuk menjaga segala aset atau sumber daya dalam suatu organisasi. Semakin tinggi tingkat keamanan suatu lingkungan akan semakin rendah risiko kerugian akibat kehilangan aset atau bahaya yang mengancam personil. Petugas kemanan dalam suatu lingkungan kerja menjadi salah satu tumpuan untuk melaksanakan fungsi-fungsi pengamanan dan penyelamatan. Proses monitoring keamanan lingkungan kampus dilakukan secara rutin dengan jadwal patroli yang terjadwal dan umumnya memiliki klasterisasi area pengamanan agar optimal. SIGAP ITS merupakan aplikasi bergerak yang dirancang untuk memastikan personil yang bertugas mengikuti jadwal optimal patroli dan memastikan personil telah mengunjungi gedung yang harus diawasi. Imlementasi SIGAP ITS menjadi solusi pemantauan sistem keamanan yang realtime dan dinamis. Evaluasi terhadap kemudahan dan efektivitas antar muka aplikasi bergerak telah dilakukan menggunakan System Usability Scale dengan tingkat usabilitas mencapai 91.4%..
PERBAIKAN PERANCANGAN ALAT PENGUPAS METE MENGGUNAKAN METODE VALUE ENGINEERING Anny Maryani; Diyah Ayu Ratnasanti; Sri Gunani Partiwi
Tekmapro : Journal of Industrial Engineering and Management Vol 14 No 2 (2019): TEKMAPRO
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.143 KB) | DOI: 10.33005/tekmapro.v14i2.50

Abstract

Analisa terhadap proses pengupasan mete di Desa Badas yang dilakukan secara manual menggunakan kacip menunjukkan masalah ergonomi dan produktivitas. Masalah ergonomi berdasarkan hasil pengukuran REBA (Rapid Entire Body Position) pada skor 11 hingga 15 yang tindakan perbaikan sekarang. Sedangkan masalah produktivitas ditunjukkan dengan variasi output yang dihasilkan antar pekerja. Prosedur perancangan dan pengembangan produk dengan metode QFD (Quality Function Deployment) dan value engineering dilakukan untuk menghasilkan desain alat pengupas mete dengan value tertinggi. Metode value engineering menjadi bagian dari proses perancangan produk, tujuannya adalah untuk memilih konsep alat yang mempertimbangkan function dan biaya. Dari hasil tersebut didapatkan alat dengan material pisau stainless steel, material rangka meja besi, material alas meja triplek, dan bentuk pisau horizontal. Konsep tersebut memiliki value 1,142 dengan function 3,49 dan biaya Rp 1.097.374. Hasil pemilihan konsep diwujudkan dalam bentuk prototipe untuk diuji coba. Prototipe dibuat dengan desain dan ukuran sesuai konsep. Pengujian terhadap prototipe dilakukan kepada operator pengupas mete dengan posisi kerja yang lebih baik dari sebelumnya. Hasil tersebut ditunjukkan dengan skor REBA yang lebih kecil yaitu 6.
Analisis Usability dan Maintainability Proses Bisnsi Pelayanan Kesehatan Menggunakan BPMN (Business Process Model and Notation)(Studi Kasus Rumah Sakit TK.II Moh. Ridwan Meuraksa) Fadhila Putra; Anny Maryani
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55182

Abstract

Rumah Sakit TK. II Moh. Ridwan Meuraksa (MRM) merupakan salah satu rumah sakit umum yang memiliki pasien yang beragam. Pada pelayanan pendaftaran pasien, pasien dibagi berdasarkan pekerjaan dan kepemilikan bantuan jaminan kesehatan. Untuk mengakomodasi hal ini maka diperlukan informasi alur pelayanan pendaftaran yang mudah diterima oleh aspek kognitif manusia dan mudah beradaptasi terhadap perubahan. BPMN merupa kan model proses bisnis yang mampu menggambarkan alur proses bisnis yang cukup kompleks secara berurutan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui usability dan maintainability dari model proses bisnis yang dibangun dengan mempertimbangkan tingkat kompleksitas, karakteristik pasien, dan time pressure. Pengujian usability dilakukan dengan menggunakan kuesioner System Usability Scale (SUS) dan wawancara kepada responden. Pada maintainability dilakukan dengan mengukur Number of Activity (NOA) dan Control-Flow Complexity (CFC) yang terbentuk dari model yang dibangun. Berdasarkan pengolahan dan analisis yang telah dilakukan aspek tingkat kompleksitas, karakteristik pasien, dan time pressure terbukti memberikan pengaruh terhadap waktu respons pasien melalui uji Three way’s ANOVA.
Perbaikan Metode dan Stasiun Kerja Menggunakan Teknik Pengukuran Kerja dan Ergonomi Partisipatif di PT Terminal Teluk Lamong Irma Paramadina Iskandar Putri; Anny Maryani
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55044

Abstract

PT Terminal Teluk Lamong merupakan perusahaan logistik yang berfokus di bidang bongkar-muat peti kemas dan bongkar curah kering (dry bulk). Pada kegiatan bongkar curah kering, kinerja grab ship unloader (GSU) menentukan efisiensi bongkar. Saat ini performa curah kering PT Teluk Lamong memiliki rata-rata flow rate sebesar 675,71 ton/jam dari kapasitas maksimal 2500 ton/jam. Untuk meningkatkan kinerja GSU, ditentukan variabel yang mempengaruhi yaitu operator dan stasiun kerja. Untuk itu perlu dilakukan pengukuran kerja berupa stopwatch time study untuk operator GSU. Selain itu dilakukan penerapan ergonomi partisipatif berupa pelibatan operator dalam identifikasi permasalahan serta pemecahannya melalui metode wawancara dan diskusi. Selain itu juga dilakukan perbaikan kondisi stasiun kerja yang berfokus pada kondisi lingkungan. Pada perbaikan stasiun kerja juga digunakan hasil kuesioner menggunakan Nordic Body Map untuk mengukur potensi cedera operator GSU. Hasil dari penelitian yang dilakukan merupakan perubahan metode serta perbaikan stasiun kerja GSU. Rekomendasi metode kerja GSU yang dihasilkan adalah perubahan pola pergerakan pengambilan material dari dalam palka. Sedangkan untuk rekomendasi stasiun kerja disusun untuk memastikan bahwa kondisi tubuh operator saat bekerja tidak terbebani.
Pengukuran Beban Kerja Petugas Keamanan Untuk Memenuhi Standard Minimal Tingkat Keamanan Lingkungan Arief Rahman; Anny Maryani; Astri Elmadhania
IPTEK Journal of Proceedings Series No 2 (2018): The 2nd Conference on Innovation and Industrial Applications (CINIA 2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.491 KB) | DOI: 10.12962/j23546026.y2018i1.3383

Abstract

Keamanan lingkungan menjadi kebutuhan mendasar untuk menciptakan suasana kerja yang kondusif dan sebagai upaya untuk menjaga segala aset atau sumber daya dalam suatu organisasi. Semakin tinggi tingkat keamanan suatu lingkungan akan semakin rendah risiko kerugian akibat kehilangan aset atau bahaya yang mengancam personil. Petugas kemanan dalam suatu lingkungan kerja menjadi salah satu tumpuan untuk melaksanakan fungsi-fungsi pengamanan dan penyelamatan. Secara rutin dan berlanjut, petugas keamanan melakukan kegiatan monitoring terhadap aset-aset internal dan pemeriksaan lalu lintas kendaraan dan orang yang masuk serta keluar lingkungan. Perhitungan jumlah petugas keamanan perlu mempertimbangkan target tingkat keamanan lingkungan, cakupan luas area pengamanan, volume dan frekuensi kendaraan/orang/aset/perangkat yang harus diamati atau diperiksa. Penentuan jumlah petugas keamanan yang diperlukan untuk memenuhi standar minimal keamanan.  Simulasi proses pemeriksaaan surat kendaraan pada pos keamanan dikembangkan dalam penelitian ini untuk mengukur beban kerja petugas keamanan. Jumlah petugas keamanan yang dipertimbangkan dalam simulasi adalah 1 petugas, 2 petugas dan 3 petugas. Sedangkan tingkat pengamanan yang diperhitungkan adalah pada tingkat 100%, 90%, 80%, 70%, dan 50%. Berdasarkan pola data kedatangan kendaraan dan pola waktu siklus pemeriksaan surat kendaraan, penelitian ini dapat menggambarkan beban kerja petugas keamanan terhadap tingkat keamanan yang ingin diterapkan. Untuk menerapkan tingkat pengamanan maksimal yaitu 100%, diperlukan 3 orang petugas keamanan pada tiap pos. Dengan jumlah petugas keamanan sebanyak 2 orang, kondisi beban kerja normal dapat dicapai dengan tingkat keamanan 90%. Namun dengan 1 orang petugas keamanan, tingkat keamanan yang dapat dicapai akan kurang dari 50%.   
Analisa Postur Kerja Pekerja Pengupas Mete Dengan REBA(Rapid Entire Body Assessment) Anny Maryani; Sri Gunani Partiwi; Diyah Ayu Ratnasanti
IPTEK Journal of Proceedings Series No 2 (2018): The 2nd Conference on Innovation and Industrial Applications (CINIA 2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.871 KB) | DOI: 10.12962/j23546026.y2018i1.3373

Abstract

Proses pengupasan mete dan pengeluaran biji mete dilakukan secara manual. Biji mete dikupas satu persatu dengan menggunakan kacip, kemudian dikuluarkan dari cangkangnya menggunakan cukit. Stasiun kerja pengupas mete sangat segerhana. Umumnya mereka bekerja dengan duduk di kursi rendah, hanya beberapa yang bekerja pada kursi yang agak tinggi. Selama proses pengupasan ini terdapat keluhan dari pekerja mengenai rasa sakit pada beberapa bagian tubuh akibat proses pengupasan mete. Keluhan fisik yang dialami berupa rasa sakit ini terjadi pada jaringan musculoskeletal (musculoskeletal tissue). Didapati bahwa proses kerja yang tidak ergonomis dan alat yang sifatnya manual (kacip dan cukit) diduga menjadi penyebab keluhan fisik tersebut. Pada penelitian ini dilakukan pengamatan postur kerja untuk menilai risiko dan keluhan muskuloskeletal (musculoskeltal disorders) yang dialami anggota tubuh dikarenakan posisi kerja yang tidak ergonomis. Metode yang digunakan adalah REBA (Rapid Entire Body Assessment). Ditentukan dua jenis operasi kerja yaitu mengupas mete dan mengeluarkan biji mete yang diamati pada tiga orang pekerja. Hasil penilaian REBA diketahui bahwa posisi kerja mengupas mete berada pada skor 12-14 dan mengeluarkan mete berada pada skor 13. Skor ini menunjukkantingkat aksi 4 yang artinya risiko pekerjaan sangat tinggi sehingga perlu segera diberikan tindakan perbaikan. Tindakan perbaikan yang nantinya dilakukan adalah perbaikan metode kerja yang dapat mengurangi risiko pada badan, leher, kaki, lengan atas, lengan bawah dan pergelangan tangan
PERANCANGAN APLIKASI PATROLI KEAMANAN DAN KESELAMATAN KAMPUS Arief Rahman; Muhammad Hanif Ramdhani; Sri Gunani Partiwi; Anny Maryani
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 8 No 1 (2018): Inovatif Vol. 8 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v8i1.663

Abstract

Keamanan lingkungan merupakan kondisi utama untuk menciptakan suasana kerja yang kondusif dan sebagai upaya untuk menjaga segala aset atau sumber daya dalam suatu organisasi. Semakin tinggi tingkat keamanan suatu lingkungan akan semakin rendah risiko kerugian akibat kehilangan aset atau bahaya yang mengancam personil. Petugas kemanan dalam suatu lingkungan kerja menjadi salah satu tumpuan untuk melaksanakan fungsi-fungsi pengamanan dan penyelamatan. Proses monitoring keamanan lingkungan kampus dilakukan secara rutin dengan jadwal patroli yang terjadwal dan umumnya memiliki klasterisasi area pengamanan agar optimal. SIGAP ITS merupakan aplikasi bergerak yang dirancang untuk memastikan personil yang bertugas mengikuti jadwal optimal patroli dan memastikan personil telah mengunjungi gedung yang harus diawasi. Imlementasi SIGAP ITS menjadi solusi pemantauan sistem keamanan yang realtime dan dinamis. Evaluasi terhadap kemudahan dan efektivitas antar muka aplikasi bergerak telah dilakukan menggunakan System Usability Scale dengan tingkat usabilitas mencapai 91.4%.
Factors influence online donation during COVID-19 pandemic Muhamad Nafik Hadi Ryandono; Aditya Kusuma; Anny Maryani; Ida Wijayanti
al-Uqud : Journal of Islamic Economics Vol. 6 No. 1 (2022): January
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.055 KB) | DOI: 10.26740/aluqud.v6n1.p66-83

Abstract

The Covid-19 pandemic has caused changes in human behaviour, including payment transaction methods from cash to non-cash. In addition, the National Non-Cash Program (GNTT) by Bank Indonesia (BI) also supports this new behaviour. This non-cash payment also occurs in donation payments, including zakat, infaq, alms and other Islamic social funds. This research analyses the factors influencing user behaviour (UB) towards the online donation from cash to non-cash. This study uses quantitative research within Partial Least Square – Structural Equation Modeling (PLS-SEM) tools. The data of this study is compiled by questionnaire on 124 respondents in East Java who made online donations during the Covid-19 pandemic (March 2020 – 2021). This research uses a technology adaptation model that is the UTAUT (Unified Theory of Acceptance and Use of Technology) model using the facilitating conditions (FC), performance expectancy (PE), effort expectancy (EE) and social influence (SI) variables. The results of this study indicate that (a) FC has a positive and significant effect on PE and SI, (b) PE and SI have a positive and significant effect on EE, and (3) PE and SI have a positive and significant effect on UB. Meanwhile, ease of donating online (Effort Expectancy) does not provide influence user behaviour of online donations. In addition, recommendations are also given to online donation organisations to improve collaboration, credibility and use of promotion media.
Kajian Perilaku Berisiko Pengendara Sepeda Motor di Indonesia Nabila Dearmi Jefri; Anny Maryani; Hardianto Iridiastadi
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 17, No 1 (2023): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/pasti.2023.v17i1.003

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor perilaku berisiko pengendara sepeda motor di Indonesia yang berhubungan dengan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas. Tujuan tersebut akan dicapai melalui dua tahap penelitian. Tahap pertama adalah mengembangkan instrumen survei berupa kuesioner yang representatif dan tervalidasi untuk menilai perilaku berkendara pengendara sepeda motor di Indonesia. Kuesioner disusun berdasarkan studi penelitian terdahulu mengenai motorcycle rider behaviour questionnaire (MRBQ). Tahap kedua adalah melakukan survei dengan penyebaran kuesioner di Indonesia. Penelitian ini menggunakan 75 indikator untuk mengukur delapan variabel yang diteliti yaitu traffic error, control error, traffic violation, speed violation, safety equipment, safety violation, stunts, dan local behaviour. Sebanyak 370 data berhasil dikumpulkan berdasarkan teknik sampling homogeneous purposive sampling dan diolah menggunakan teknik PLS-SEM. Hasil pengolahan data dengan PLS-SEM menunjukkan ke-8 faktor secara signifikan berpengaruh terhadap risky rider behaviour dimana komponen traffic violation memiliki pengaruh paling tinggi pada aspek perilaku berisiko pengendara sepeda motor di Indonesia.
Redesain Kemasan Bumbu Rujak Manis menjadi Sambelo Dressing untuk Segmen Pasar Gen Milenial dan Gen Z Anny Maryani; Ratna Sari Dewi; Retno Widyaningrum; Arief Rahman; Adithya Sudiarno; Dyah Santhi Dewi; Andyna Aulia Rahma; Feritta Rosa Earlynda; Ikhwan Nur Fatah; Nabila Ramadhani Djatmiko; Nadhifa Qintharani Amira; Aini Milania Adiati; Daniel Chrisdio Dwi Nugroho; Diah Kusuma Indrawati; Leonando Aqilamiki Wijaya; Mochammad Abiyyu Rahmat Agung; Nahdia Amalia Choironi; Prambudi Bagasnanta; Riztasya Qonitah Dewi; Sheilla Della; Zafira Khairunnisa
Sewagati Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1471.694 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i2.174

Abstract

Generasi Milenial menghabiskan 85% waktunya di depan gadget, cenderung kurang olahraga, dan makan makanan cepat saji dengan nilai gizi rendah. Hal ini memberikan pengaruh kurang baik pada kesehatan. Beragam inovasi makanan dihadirkan sebagai pilihan untuk memenuhi kebutuhan makan. Saat ini banyak bermunculan varian olahan makanan dari luar negeri yang tinggi kalori, namun rendah protein dan vitamin. Salah satunya adalah salad buah yang disajikan dengan mayonaise tinggi kalori, susu tinggi gula, dan keju tinggi lemak. Sedangkan, Indonesia sendiri memiliki cara menikmati buah segar yang menyehatkan, yaitu rujak buah dengan bumbu kacang dan gula merah. Namun, kendala pembuatannya tidak praktis, sehingga kurang diminati. Melihat kondisi ini, Cak Mimin yang merupakan UMKM di Surabaya merintis bumbu rujak manis praktis. Bumbu Rujak Manis Cak Mimin cukup diminati masyarakat, mengingat budaya rujakan umum dilakukan masyarakat. Produk ini hadir dalam kemasan 250 gr dan 500 gr. Guna melebarkan pasar ke Generasi Milenial, maka dilakukan repositioning keunggulan produk. Pengembangan produk dilakukan dengan konsep Kansei Engineering yang mempelajari perilaku dan mendapatkan informasi kebutuhan konsumen. Selanjutnya dikembangkan alternatif pengembangan produk yang sesuai. Harapannya dengan adanya produk baru yang dihasilkan hasil repositioning ini, maka Bumbu Rujak Manis Cak Mimin dapat diterima Generasi Milenial untuk menghadirkan makanan yang sehat dan kaya gizi.