Artikel ini berusaha menjelaskan konflik yang terjadi antara Arab Sunni dan Iran Syiah Kontemporer. Konflik Suriah berawal dari gejolak Arab Spring dan menjadi arena Proxy War antara kubu Arab Saudi dan kubu Iran. Arab Saudi mendukung perlawanan Oposisi terhadap rezim, sedangkan Iran totalitas mendukung Presiden Bashar al-Assad. Kehadiran Arab Saudi dan Iran, menegaskan bahwa Suriah sebagai wilayah yang sangat strategis dalam mencapai pengaruh politik di Timur Tengah. Kedua kubu tersebut baik Sunni Arab ataupun Syiah Iran sama-sama memiliki kepentingan tersendiri khususnya untuk acces to oil (mendapatkan minyak). Konflik ini juga memantik persaingan global yang masing-masing berambisi untuk merebut pengaruh dan menjadi Negara super power di timur tengah.
Copyrights © 2020