Artikel ini membahas Tafsir tahlili yang merupakan salah satu metode tafsir yang paling tua dan yang paling banyak digunakan oleh para pengkaji Al-Quran Selain menjelaskan kosa kata dan lafaz, tahlili juga menjelaskan sasaran yang dituju dan kandungan ayat, seperti unsur-unsur i’jaz, balaghah, dan keindahan susunan kalimat, serta menjelaskan apa yang dapat diambil dari ayat tersebut untuk hukum fikih, dalil syar’i, arti secara bahasa, dan norma-norma akhlak. Hampir seluruh kitab-kitab tafsir al-Qur’an yang ada sekarang dan yang digunakan dalam studi tafsir adalah menggunakan metode tafsir tahlili, yaitu menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an secara berurutan menurut urutan ayat-ayat yang ada dalam mushaf, mulai dari awal surat al-Fatihah sampai akhir surat al-Nas. Tujuan para mufassir menggunakan tafsir tahlili dalam penafsiran Al-Quran untuk meletakkan dasar-dasar rasional bagi pemahaman Al-Quran. Tafsir Al-Quran dengan menggunakan metode tahlili sangat bermanfaat bagi para penuntut ilm, terutama ilmu Al-Quran. Namun demikian setiap metode tafsir memiliki kelebihan pada satu sisi dan kekurangan pada sisi yang lain. Namun bukan berarti kelemahan dan kekurangan dalam metode penafsiran merupakan sesuatu yang negatif. untuk itu, agar mendapatkan pemahaman yang komprehensif tantang tafsir tahlili, penulis membahasnya lebih lanjut dalam kajian ini.
Copyrights © 2020