Paper ini mengkaji secara kontekstual terhadap fenomena perkembangan literatur dan kajian tafsir di Aceh. Metodologi yang digunakan dalam aper ini adalah berupa kajian deskriptif analitis dengan membuka dan mengkaji rujukan relevan yang ada, kemudian dianalisi secara lebih mendalam agar menjadi paper yang mempunyai sumbangsih baru dalam kajian kekinian. Karena itu kajian ini menemukan bahwa perkembangan tafsir di Aceh terjadi masa kevakuman yang begitu panjang setelah ‘Abd al-Ra’uf al-Singkili hampir tiga abad lamanya tidak ditemukan seorang ulama pun yang menulis sebuah karya dalam bidang tafsir. Hanya ada ditemukan pada perengahan abad ke 20 bebepa karya tafsir baik secara utuh maupun tidak. Seperti karya Teungku M. Hasbi Ash-Shiddiqie dalam Tafsir An-Nuur dan Tafsir Al-Bayan, Tengku Mahjiddin Jusuf dengan karyanya Al-Qur’an Al-Karim dan Terjemahan Bebas Bersajak dalam Bahasa Aceh, selebihnya hanya temua-temua lembaran. Sedangkan pada periode setelah itu belum ditemukan seorang ulama yang menulis karya Tafsir.
Copyrights © 2020