Abstract. Tembalang Village is one of the endemic areas of DHF in the city of Semarang (IR 479,6/100.000population). The discovery of chemical resistance cases in mosquitoes requires another alternative as an effortto control dengue that is environmentally friendly, cheap and effective, namely by using mosquito traps withattractants. This study aims to determine the differences in the types of effective attractant materials to beused in mosquito traps as an effort to control mosquitoes. This type of research is experimental with the Post-Test Only Control Group Design method. The sample of this study was 64 houses with repetitions of 6 times.Testing of attractants was carried out on 3 types of attractants, namely brown sugar yeast, sugar yeast, strawsoaking water and PAM water as a control. Environmental observations were carried out to determine thedensity of mosquitoes in Tembalang Village. The results showed that the type of attractant most favored bymosquitoes was brown sugar yeast (73,37%) and sugar yeast (26,62%). Meanwhile, the mosquito density inTembalang sub-district was low at 1.375 with the most found mosquito population being Culex (55.7%) andthe highest fishing place in the house (59%). Abstrak. Desa Tembalang merupakan salah satu daerah endemis DBD di Kota Semarang (IR 479,6/100.000 penduduk). Resistensi pada nyamuk terhadap insektisida kimiawi mendorong penelitian tentang alternative upaya penanggulangan DBD yang ramah lingkungan, murah dan efektif. Salah satu upaya tersebut adalah dengan mengembangkan perangkap nyamuk menggunakan atraktan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan jenis bahan atraktan sebagai perangkap nyamuk. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan metode Post-Test Only Control Group Design. Sebanyak 64 rumah diambil sebagai sampel dengan pengulangan sebanyak 6 kali. Pengujian atraktan dilakukan pada 3 jenis atraktan yaitu ragi gula merah, ragi gula, dan air rendaman jerami. Air PAM digunakan sebagai kontrol. Dilakukan penghitungan jumlah nyamuk yang tertangkap untuk menghitung kepadatan nyamuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis atraktan yang paling disukai nyamuk adalah ragi gula merah (73,37%) dan ragi gula putih (26,62%). Kepadatan nyamuk di Kecamatan Tembalang tergolong rendah yaitu 1,375 dengan populasi nyamuk terbanyak ditemukan adalah Culex spp (55,7%) dan Aedes spp (44,3%). Berdasarkan lokasi penangkapan, nyamuk lebih banyak tertangkap di dalam rumah (59%).
Copyrights © 2020