Abstrak. Kasus malaria di Kabupaten Lombok Tengah tahun 2006-2008 terus meningkat dengan Annual Malaria Incidence (AMI) berturut-turut 5,9 per mil, 6,7 per mil, dan 8,1 per mil. Penelitian bertujuan untuk mengambarkan kondisi ekologi nyamuk Anopheles spp. dengan cara melakukan pengamatan dan pengukuran variabel lingkungan, pencidukan jentik, dan penangkapan nyamuk dewasa. Populasi adalah semua nyamuk dan habitat perkembangbiakannya di lokasi penelitian. Pengamatan ekologi meliputi pengukuran pH, salinitas, keterpaparan sinar matahari, dan biota air serta pengukuran suhu dan kelembaban udara. Hasil pengamatan pada habitat perkembangbiakan nyamuk meliputi salinitas berkisar 0–14 ppm, pH berkisar 0–9, biota air yang ditemukan berupa lumut, rumput, udang, ikan, berudu, dan kepiting dengan rata-rata kepadatan jentik 0,1–28,8 ekor/cidukan. Rata-rata suhu di Desa Selong Belanak 23,78°C, Desa Kute 25,4°C dan di Desa Bilalando 26,5°C dengan kelembaban 65%–84%. Disimpulkan bahwa kondisi ekologi cocok untuk perkembangan jentik dan nyamuk dewasa Anopheles spp., tipe habitat perkembangbiakan didominasi oleh laguna, rata-rata suhu udara di Desa Selong Belanak di bawah suhu optimal perkembangbiakan nyamuk Anopheles spp.
Copyrights © 2014