Abstrak. Insektisida sintetik telah banyak digunakan untuk mengontrol Culex quinquefasciatus, tetapipenggunaan insektisida sintetik terus-menerus berdampak buruk terhadap lingkungan dan mengakibatkanresistensi. Fakta ini menjadi alasan biji srikaya (Annona squamosa) yang mengandung alkaloid digunakansebagai insektisida alternatif yang aman bagi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh biji srikaya dengan perbedaan lama penyimpanan terhadap larva C. quinquefasciatus. Penelitianini merupakan penelitian eksperimental dengan desain rancangan acak kelompok. Bahan uji adalah ekstrakbiji srikaya yang telah disimpan selama 0, 1, 2, dan 3 minggu. Sampel penelitian ini adalah larva instarketiga C. quinquefasciatus, dan setiap perlakuan menggunakan 25 ekor larva. Sampel dibagi menjadiempat kelompok berdasarkan perbedaan lama penyimpanan dan satu kelompok kontrol, dengan 5 ulanganuntuk masing-masing kelompok. Konsentrasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0,47 ppm (LC50).Setelah 24 jam, larva yang mati dihitung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak biji srikaya yangtelah disimpan dalam 0, 1, 2, dan 3 minggu tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dalam mortalitaslarva. Ekstrak srikaya yang telah disimpan dalam 0, 1, 2, dan 3 minggu memiliki aktivitas yang samasebagai larvisida terhadap larva C. quinquefasciatus.
Copyrights © 2012