Abstrak. Banyaknya penderita malaria di wilayah kerja Puskesmas Simpenan membutuhkan langkahcepat dalam penemuan penderita oleh petugas mikroskopis malaria, baik secara Active Case Detection(ACD) maupun Passive Case Detection (PCD). Tujuan penulisan artikel untuk menggambarkan distribusimalaria di wilayah kerja Puskesmas Simpenan Kabupaten Sukabumi selama tahun 2011. Pengumpulandata dilakukan oleh Juru Malaria Desa (JMD) Puskesmas Simpenan dengan mengidentifikasi parasitmalaria secara mikroskopis pada setiap pekerja tambang emas yang baru sampai di rumahnya serta sedangmengalami demam tinggi. Kasus malaria tahun 2011 mengalami kecenderungan peningkatan (R2 = 0,0175)dari bulan Januari (8,86%) hingga Desember (15,18), ditemukan 79 kasus malaria dan kasus paling tinggiterjadi pada bulan Desember. Malaria tidak ditemukan pada kelompok usia 0–14 tahun, tetapi ditemukankasus malaria pada kelompok usia produktif (15–44 tahun = 83%, 45–59 tahun = 14%, ≥ 60 tahun =3%), kemudian seluruh penderita bekerja sebagai pekerja tambang emas di daerah endemis malaria (Aceh,Bangka, Jambi, Kalimantan, Medan, Papua, Riau, dan Sumbawa). Hal ini mengindikasikan bahwa didugamalaria di Simpenan merupakan kasus impor.
Copyrights © 2012