Sejalan dengan perkembangan wisata di kawasan suci Pura Tanah Lot, Desa Pakraman Beraban, terlihat adanya perkembangan masyarakat Hindu dalam tataran pola hidup, budaya, dan sosial religius terjadi secara dinamis seirama dengan perkembangan pariwisata global. Berdasarkan fakta-fakta dapat diidentifikasi adanya komodifikasi ruang. Di satu sisi komodifikasi dapat menghasilkan keuntungan materi, sedangkan di sisi lain bisa jadi menjadi ancaman terhadap religiusitas masyarakat serta kawasan tempat suci Pura Tanah Lot yang berstatus sebagai pura kahyangan jagat. Kawasan suci Pura Tanah Lot sebagai modal budaya yang menjadi daya tarik wisata dalam pengembangan pariwisata di Desa Pakraman Beraban mengandung makna religius magis. Secara konsepsional makna religius ini mencerminkan perubahan modal budaya diharapkan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap ajaran agama yang diyakini oleh krama Desa Pakraman Beraban. Budaya pariwisata di harapkan tidak merusak budaya Desa Pakraman Beraban yang dijiwai agama Hindu. Walaupun budaya pariwisata tampak sangat menonjol memenuhi ruang di Desa Pakraman Beraban religiusitas tetap kuat mengakar dalam kehidupan desa pakraman yang berlandaskan tri hita karana. Oleh karena itu, terjaganya eksistensi agama Hindu berarti pula terjaganya keberlanjutan pariwisata di Desa Pakraman Beraban.
Copyrights © 2020